1
1

BTN (BBTN) Berencana Akuisisi Asuransi Binagriya Upakara, Begini Kata OJK!

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono. | Foto: Media Asuransi/Sarah Dwi Cahyani

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan belum menerima pernyataan resmi terkait rencana PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk (BBTN) atau BTN yang dikabarkan akan mengakuisisi PT Asuransi Binagriya Upakara.

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK Sumarjono mengungkapkan informasi yang beredar sejauh ini masih berasal dari pemberitaan media dan belum masuk dalam proses komunikasi formal di tingkat pengawas OJK.

“Saya dengar itu dari koran ya. Lebih tepatnya saya tidak terlalu tahu. Kayaknya sih belum ada pembicaraan juga ke kita (OJK). Tentunya pada level saya ya,” ujar Sumarjono, kepada awak media, di Jakarta Selatan, Selasa, 10 Februari 2026.

|Baca juga: Begini Penjelasan Alam Sutera (ASRI) tentang Belum Perbarui Data Pemilik Manfaat

|Baca juga: Perusahaan Asuransi Bermasalah Takkan Langsung Dilikuidasi Usai Lembaga Penjamin Polis Terbentuk

Sebagai informasi, Asuransi Binagriya Upakara merupakan perusahaan asuransi yang didirikan oleh dana pensiun dan yayasan BTN. Sebelumnya, Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan ketertarikan perseroan muncul seiring permintaan dari pemegang saham Asuransi Binagriya Upakara.

Permintaan ini diutarakan menyusul adanya kebijakan modal minimum perusahaan asuransi menjadi Rp1 triliun pada 2028 sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 23 Tahun 2023.

|Baca juga: ANTM, PANI, TLKM, dan UNVR Disarankan untuk Jemput Rezeki Hari Ini

Dalam ketentuan tersebut, perusahaan asuransi umum diwajibkan memenuhi modal minimum sebesar Rp250 miliar pada akhir 2026. Selanjutnya, perusahaan diharapkan mampu meningkatkan permodalan secara bertahap hingga mencapai kisaran Rp500 miliar sampai Rp1 triliun pada 2028.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Permata Bank (BNLI) Bukukan Laba Rp3,6 Triliun di 2025
Next Post Permata Bank (BNLI) Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp163,3 Triliun di 2025

Member Login

or