Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mendukung penuh upaya pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Hal itu sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menegaskan keterlibatan BTN dalam pembangunan Huntara merupakan bentuk komitmen BUMN di bawah koordinasi Danantara Indonesia untuk memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan hunian layak sementara.
“BTN bersama BUMN lainnya di bawah Danantara Indonesia akan terus membantu mempercepat pemulihan di daerah-daerah yang terkena dampak banjir dengan terus mendukung pembangunan Huntara,” jelas Nixon, dalam keterangan resminya Jumat, 2 Januari 2026.
Sebelumnya, pembangunan Huntara di Aceh Tamiang telah dimulai sejak 24 Desember 2025 dan menunjukkan percepatan signifikan. Sebanyak 600 unit ditargetkan diserahkan kepada pemerintah daerah pada 8 Januari 2026 untuk selanjutnya diberikan kepada warga terdampak bencana.
Pemerintah dan BUMN menargetkan pembangunan mencapai 15 ribu unit dalam tiga bulan ke depan.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebelumnya meninjau langsung lokasi pembangunan Huntara pada Kamis, 1 Januari 2026, guna memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan peran negara dalam meringankan beban masyarakat pascabencana.
|Baca juga: Rasio Klaim Asuransi Kredit Tembus 85,56%, OJK Minta Disiplin Underwriting Diperkuat!
|Baca juga: Chandra Daya (CDIA) Bagi Dividen Interim Rp1,34 per Saham, Dijadwalkan pada 29 Januari 2026
|Baca juga: Terapkan PSAK 117, OJK Gandeng DJP untuk Sesuaikan Ketentuan Perpajakan bagi Industri Asuransi
“Danantara Indonesia membuktikan kita bisa membangun 600 hunian, semua pihak telah bekerja dengan gemilang, dengan cepat,” ujar Prabowo.
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyampaikan capaian pembangunan Huntara tidak terlepas dari sinergi lintas pihak, termasuk dukungan aktif BUMN sektor keuangan seperti BTN.
“Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak,” jelasnya.
“Huntara ini menjadi jembatan penting menuju fase hunian permanen dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, kualitas dan keberlanjutan tetap menjadi perhatian utama,” tambahnya.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai disiplin eksekusi dan koordinasi menjadi kunci pencapaian target pembangunan.
“Pembangunan Rumah Hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun,” jelasnya.
Menurut Dony, kolaborasi antara Danantara Indonesia, BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian terkait mencerminkan peran strategis BUMN dalam penanganan bencana.
“Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Huntara dibangun sesuai standar kelayakan hunian darurat, mencakup struktur yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta dukungan listrik dan layanan kesehatan.
Kawasan hunian juga dilengkapi fasilitas sosial seperti klinik, taman bermain, serta akses internet dan listrik tanpa biaya untuk mendukung aktivitas warga selama masa pemulihan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
