1
1

Intip 9 Kebiasaan Kecil yang Buat Kamu Sulit Menabung

Ilustrasi. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Banyak orang merasa sudah berusaha menabung, tapi saldo tetap segitu-segitu saja. Gaji datang, lalu pergi tanpa jejak yang jelas. Padahal, sering kali masalahnya bukan di penghasilan, melainkan kebiasaan kecil yang terlihat sepele tapi rutin dilakukan.

Kebiasaan ini jarang terasa sebagai kesalahan besar. Justru karena kecil dan berulang, dampaknya baru terasa di akhir bulan. Mari kita bahas satu per satu agar kamu bisa lebih sadar dan mulai mengubah pola secara perlahan. Melansir Bank Neo Commerce, Minggu, 24 Januari 2026, berikut sembilan kebiasan kecil yang buat kamu susah menabung:

1. Jajan harian yang terasa murah

Secangkir kopi pagi, camilan sore, atau pesan makanan dari g saat lapar ringan. Nominalnya terlihat kecil, tapi jika dilakukan hampir setiap hari, jumlahnya bisa mengejutkan. Misalnya kamu menghabiskan Rp25 ribu per hari untuk jajan kecil. Dalam sebulan, angkanya bisa menyentuh ratusan ribu rupiah. Tanpa sadar, uang yang seharusnya bisa masuk tabungan justru habis untuk kebiasaan impulsif.

2. Langganan digital yang jarang dipakai

Aplikasi streaming, musik, cloud storage, atau layanan premium lainnya sering diperpanjang otomatis. Banyak orang lupa mengecek apakah semua langganan itu benar-benar digunakan. Satu langganan mungkin terasa ringan. Tapi saat jumlahnya bertambah, total biayanya ikut membesar.

|Baca juga: 7 Kebiasaan Kecil yang Menentukan Riwayat Kredit Kamu, Wajib Baca!

|Baca juga: 7 Cara Generasi Muda Mengelola Waktu agar Hidup Tetap Seimbang

Tanpa evaluasi rutin, uang kamu terus keluar untuk layanan yang tidak memberi manfaat maksimal. Coba luangkan waktu sebulan sekali untuk meninjau langganan digital. Hapus yang jarang dipakai, pertahankan yang benar benar mendukung aktivitas kamu.

3. Tidak punya tujuan menabung yang jelas

Menabung tanpa tujuan sering terasa hambar. Kamu menyisihkan uang, tapi tidak tahu untuk apa. Akibatnya, tabungan mudah tergoda untuk dipakai. Tujuan membuat menabung terasa lebih nyata. Bisa untuk dana darurat, liburan, atau rencana jangka pendek lainnya. Saat ada tujuan, kamu cenderung lebih konsisten dan tidak mudah tergoda mengambil tabungan.

4. Terlalu sering menganggap diri pantas dapat hadiah

Self reward memang penting, tapi jika terlalu sering, efeknya bisa berbalik. Setiap minggu merasa pantas traktir diri sendiri bisa mengganggu rencana keuangan. Banyak orang tidak sadar bahwa hadiah kecil yang terlalu rutin bisa menggerus tabungan. Apalagi jika reward selalu dikaitkan dengan belanja impulsif.

Mengatur momen self reward agar lebih terencana membantu kamu tetap menikmati hidup tanpa mengorbankan tabungan.

5. Tidak mencatat pengeluaran kecil

Pengeluaran kecil sering dianggap tidak perlu dicatat. Padahal justru di situlah kebocoran paling sering terjadi. Tanpa catatan, kamu sulit mengetahui ke mana uang pergi. Perasaan sudah hemat sering kali tidak sesuai dengan realita.

Mencatat pengeluaran harian memberi gambaran jujur tentang pola belanja. Dari situ, kamu bisa melihat kebiasaan mana yang perlu dikurangi.

6. Sering menunda menabung

Banyak orang menunggu sisa uang di akhir bulan untuk ditabung. Masalahnya, sisa itu sering tidak ada. Menabung lebih efektif jika dilakukan di awal. Begitu menerima penghasilan, langsung sisihkan sebagian untuk tabungan.

Dengan cara ini, kamu menyesuaikan pengeluaran dengan sisa uang yang ada. Menunda menabung sama saja memberi ruang lebih besar untuk belanja impulsif.

7. Terlalu mengandalkan promo dan diskon

Promo sering terasa seperti kesempatan emas. Diskon besar membuat kamu merasa hemat, padahal membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Kebiasaan berburu promo tanpa perencanaan justru membuat pengeluaran membengkak. Uang keluar karena tergoda harga murah, bukan karena kebutuhan nyata.

8. Tidak memisahkan rekening

Menyatukan semua uang dalam satu rekening membuat batas antara belanja dan tabungan menjadi kabur. Saat melihat saldo masih besar, godaan untuk menggunakannya semakin kuat Memisahkan rekening membantu menciptakan jarak psikologis. Uang tabungan terasa tidak mudah disentuh, sehingga lebih aman. Banyak orang merasa lebih disiplin setelah memisahkan rekening harian dan tabungan.

9. Terlalu sering mengikuti gaya hidup sekitar

Lingkungan punya pengaruh besar. Ajakan nongkrong, makan bersama, atau ikut tren sering membuat kamu mengeluarkan uang di luar rencana. Tidak semua ajakan harus ditolak, tapi penting untuk menyesuaikan dengan kondisi keuangan. Belajar berkata tidak sesekali bukan berarti pelit, tapi sadar prioritas.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Generasi Muda Wajib Mengatur Waktu agar Tetap Waras di Tengah Hidup yang Terlalu Padat
Next Post blu by BCA Digital Ajak Masyarakat Kelola Self-Reward demi Resolusi Finansial 2026

Member Login

or