Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (BNII) atau Maybank Indonesia mencatat total kredit yang disalurkan hingga Desember 2025 sebesar Rp123,64 triliun atau turun 3,1 persen secara tahun ke tahun (yoy). Hal itu sehubungan rebalancing portofolio kredit korporasi Global Banking (GB) yang turun 18,4 persen yoy.
Namun demikian, kredit GB segmen Large Local Corporates (GB-LLC) mencatatkan pertumbuhan sebesar 13,1 persen secara kuartalan. Adapun momentum pertumbuhan segmen GB-LLC ini akan terus menjadi fokus ke depan. Total aset tercatat sebesar Rp193,72 triliun, turun 1,8 persen yoy, seiring dengan saldo kredit yang menurun.
|Baca juga: Melonjak 48,5%, Maybank Indonesia (BNII) Cetak Laba Rp1,66 Triliun di 2025
Kredit nonritel tumbuh 5,2 persen yoy didukung oleh pertumbuhan kredit komersial (business banking) sebesar 11,6 persen. Kredit Usaha Kecil dan Menengah (SME+) meningkat 6,6 persen, sementara kredit Retail SME (RSME) menurun sebesar 1,3 persen.
Kredit ritel tumbuh 5,2 persen yoy ditopang oleh kredit otomotif yang tumbuh 8,6 persen dan pembiayaan ritel konsumer (Kartu Kredit dan KTA) yang tumbuh 5,4 persen. Kredit kepemilikan properti (KPR) relatif stabil dengan pertumbuhan 0,2 persen.
Secara keseluruhan, kredit ritel dan nonritel yang dikelola Maybank Indonesia melalui Community Financial Services (CFS) tumbuh 5,2 persen yoy menjadi Rp87,17 triliun. Sedangkan pembiayaan berkelanjutan KKUB tercatat Rp21,23 triliun didukung pembiayaan transportasi ramah lingkungan yang meningkat 131 persen yoy.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia Sri Khairussaleh Ramli menyampaikan kinerja Maybank Indonesia pada Tahun Buku 2025 mencerminkan fundamental yang semakin kuat serta kemampuan dalam menjalankan strategi secara konsisten, sehingga Maybank Indonesia siap untuk melanjutkan pertumbuhannya.
“Maybank Group baru-baru ini meluncurkan strategi ROAR30, yang merupakan rencana lima tahun paling ambisius dalam sejarah grup,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 26 Februari 2026.
|Baca juga: Prudential Indonesia Hadirkan PRUMapan, Bidik Generasi Sandwich dan Anak Muda Produktif!
|Baca juga: Perusahaan Diminta Berikan THR H-14 untuk Dongkrak Ekonomi
|Baca juga: Bos Prudential Sebut Ramadan Jadi Momen Relevan Tingkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Asuransi
Dirinya menjelaskan strategi ini dibangun di atas momentum yang telah diciptakan melalui M25+ yang berfokus pada percepatan pertumbuhan, penguatan kapabilitas bisnis dan teknologi, serta keberlanjutan Maybank untuk generasi mendatang.
“Kami akan menjalankan ROAR30 dengan mengedepankan misi humanising financial services, yang diwujudkan melalui penawaran berbasis nilai dan fokus pada tiga tujuan utama, yaitu menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah, memberikan dampak positif bagi masyarakat, serta mendorong penguatan ekonomi riil,” ucapnya.
Sedangkan giro dan tabungan (CASA) tumbuh 6,3 persen yoy, didorong oleh pertumbuhan giro sebesar 12,0 persen seiring dengan naiknya jumlah transaksi keuangan melalui platform M2E (nasabah korporasi) sebesar 11,7 persen menjadi lebih dari lima juta transaksi.
Tabungan mencatat penurunan sebesar 3,3 persen, tetapi jumlah transaksi melalui platform M2U (nasabah ritel) meningkat 23,4 persen menjadi lebih dari 30 juta transaksi. Deposito berjangka turun 12,1 persen sejalan dengan fokus berkelanjutan dalam mengoptimalkan struktur pendanaan yang lebih efisien.
Rasio CASA meningkat menjadi 57,6 persen pada Desember 2025 dari 52,9 persen pada Desember 2024. Hingga Desember 2025, total simpanan nasabah tercatat sebesar Rp116,19 triliun, turun 2,4 persen yoy.
|Baca juga: Resmi Jadi Ketua AAJI, Ini Rekam Jejak Albertus Wiroyo!
|Baca juga: 5 Strategi dari SIRCLO untuk Belanja Online di Ramadan hingga Jelang Lebaran 2026
|Baca juga: ADMR, ANTM, ARCI, dan HRUM Disarankan untuk Trading Hari Ini
Sementara kualitas aset terus membaik dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 2,2 persen (gross) dan 1,3 persen (net) pada 2025, membaik dibandingkan dengan 2,7 persen (gross) dan 1,4 persen (net) pada 2024. Saldo NPL menurun 19,5 persen pada 2025.
Di sisi lain, permodalan Maybank Indonesia tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 27,3 persen dan rasio Common Equity Tier 1 (CET1) sebesar 26,1 persen. Likuiditas tetap pada level sehat, dengan Loan-to-Deposit Ratio (LDR) bank-only sebesar 90,3 persen.
Liquidity Coverage Ratio (LCR) bank-only tercatat sebesar 175,8 persen, jauh di atas ketentuan minimum 100 persen. Net Stable Funding Ratio (NSFR) bank-only berada di level 112,4 persen.
Sementara itu, perbankan syariah Maybank Indonesia mencatatkan kenaikan PBT sebesar 104,0 persen menjadi Rp847 miliar pada 2025 didukung bagi hasil untuk pemilik dana investasi yang menurun sehingga mendorong pendapatan setelah distribusi bagi hasil untuk naik 16,5 persen.
Dengan other operating income yang meningkat sebesar 2,1 persen maka gross operating income perbankan syariah naik 13,9 persen dan beban provisi menurun.
|Baca juga: Tambah Investasi, Direktur XL Axiata (EXCL) Yessie Yosetya Borong 140 Ribu Lembar Saham
|Baca juga: Penyegaran Manajemen, Kreditplus (KB Finansia) Umumkan Susunan Direksi Baru
|Baca juga: Sah! Eks Dirut KAI Ignasius Jonan Jadi Presiden Komisaris Baru di SOHO Global Health
Pembiayaan nonritel tumbuh 8,1 persen yoy, ditopang oleh pertumbuhan pembiayaan segmen SME+ sebesar 27,7 persen, pembiayaan Retail SME (RSME) sebesar 6,6 persen, serta pembiayaan komersial (business banking) sebesar 3,2 persen.
Pembiayaan ritel naik 13,5 persen yoy, didorong pembiayaan kepemilikan properti yang tumbuh 16,5 persen. Total pembiayaan syariah tercatat Rp30,51 triliun, berkontribusi 28,1 persen terhadap total portofolio pembiayaan bank (bank-only), sementara total aset syariah mencapai 24,7 persen dari total aset bank (bank-only).
CASA Syariah tumbuh 5,5 persen yoy, didukung oleh pertumbuhan giro sebesar 13,8 persen, sementara tabungan turun 1,8 persen. Deposito berjangka turun 29,9 persen, sejalan dengan strategi bank dalam mengoptimalkan komposisi pendanaan yang efisien.
Dengan demikian, rasio CASA syariah meningkat menjadi 64,8 persen pada Desember 2025 dari 55,0 persen pada tahun sebelumnya. Total simpanan nasabah syariah tercatat sebesar Rp32,95 triliun, turun 10,4 persen yoy.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
