Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah arus transaksi yang kian aktif, tantangan anak muda bukan lagi sekadar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang secara lebih sadar agar gaya hidup tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan jangka menengah dan panjang.
“Anak muda hari ini sangat aktif dan produktif. Tantangannya bukan sekedar menahan konsumsi, melainkan mengelola uang dengan lebih sadar dan terencana. Dengan pengelolaan yang tepat, gaya hidup bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan stabilitas keuangan,” ujar Direktur Keuangan SeaBank Indonesia, Lindawati Octaviani dalam keterangannya, Selasa, 17 Februari 2026.
|Baca juga: SeaBank Indonesia dan Women’s World Banking Dukung Peluncuran UMKM Pintar
Kemudahan transaksi digital memang memberi ruang bagi anak muda untuk menikmati hidup dengan lebih fleksibel. Namun, di balik kenyamanan tersebut, pengelolaan keuangan jangka menengah kerap menjadi tantangan tersendiri.
Fokus pada kebutuhan harian dan gaya hidup sering kali membuat perencanaan keuangan ke depan berjalan tanpa disadari. “Pemisahan rekening untuk kebutuhan harian dan simpanan jangka menengah bisa membantu anak muda menata keuangan tanpa harus mengorbankan gaya hidup,” lanjut Lindawati.
Menurutnya, tabungan digital berperan sebagai pusat kendali transaksi harian, sementara simpanan berjangka seperti deposito dapat menjadi alat bantu disiplin finansial karena dana tidak mudah dicairkan secara spontan.
|Baca juga: Laba SeaBank Naik 40 Persen di Kuartal III-2025
Pendekatan ini sejalan dengan cara Gen Z dan Milenial yang memanfaatkan bank digital sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. Kemudahan, kecepatan, dan transparansi menjadi alasan utama bank digital semakin lekat dengan keseharian mereka. Tren ini tercermin dari rata-rata transaksi harian di Seabank yang tercatat lebih dari 10 juta transaksi per hari.
|Baca juga; Rudolf Rolando Meiandro Resmi Jabat Direktur Utama Asrinda Re-Brokers Periode 2025–2030
Untuk dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat, deposito digital mulai dipandang sebagai pilihan yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara menikmati hidup hari ini dan menyiapkan kebutuhan esok. Selain menawarkan imbal hasil yang stabil, karakter deposito yang berjangka membantu menahan dorongan konsumsi impulsif di tengah derasnya transaksi digital.
“Deposito digital kami lihat bukan hanya sebagai produk simpanan, tetapi juga alat bantu membangun kebiasaan finansial yang sehat. Ini cocok bagi anak muda yang ingin tetap menikmati hidup, sambil memastikan sebagian uangnya bekerja dengan aman,” jelas Lindawati.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
