1
1

UUS OCBC Blak-blakan tentang Kesiapan Spin-Off, Begini Lengkapnya!

Media Asuransi, JAKARTA – Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) menilai proses spin-off atau pemisahan dari induk usaha tidak semata-mata soal pemenuhan batas aset, melainkan juga kesiapan internal, mulai dari basis nasabah hingga infrastruktur teknologi.

Kepala UUS OCBC Mahendra Koesumawardhana mengatakan penguatan struktur bisnis menjadi fokus utama saat ini sebelum memutuskan langkah pemisahan. Salah satu aspek krusial yang disoroti adalah komposisi nasabah yang belum sepenuhnya berbasis syariah.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko ketika UUS resmi berdiri sebagai entitas terpisah.

|Baca juga: Mirae Asset Sekuritas Tekankan Strategi Diversifikasi yang Disiplin di Tengah Volatilitas

|Baca juga: Manulife Indonesia dan Bank DBS Indonesia Hadirkan Manulife Ultima+

“Karena jangan sampai nanti gini, ternyata customer base kita itu tidak benar-benar pure syariah, sehingga pada saat nanti kami pergi atau kami terpisah dari bank induk dan kami punya institusi sendiri, ternyata mereka tidak ikut dengan kami,” jelas Mahendra di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Selain itu, Mahendra menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan sistem teknologi informasi (IT). Saat ini, sejumlah sistem masih terintegrasi dengan bank induk, sehingga perlu kepastian terkait penggunaan infrastruktur tersebut jika pemisahan dilakukan.

|Baca juga: Mandiri Institute: Penguatan Link and Match Kunci Optimalkan Momentum Perbaikan Tenaga Kerja RI

|Baca juga: Jual Beli Rekening Bank Masih Marak, Bos OJK Beberkan Risikonya!

“Kemudian investasi dari IT dan infrastruktur itu juga harus kita pikirkan. Apakah nanti kita masih diperkenankan mempergunakan infrastruktur dari bank konvensional. Kenapa? Karena memang aturan OJK dan BI ini harus kita sesuaikan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahendra memastikan UUS OCBC akan mengikuti ketentuan regulator apabila waktu spin-off telah tiba. Namun, ia menegaskan, keputusan pemisahan tidak harus menunggu aset mencapai Rp50 triliun, sepanjang perseroan telah siap secara menyeluruh.

“Pada saat kami siap, tidak harus menunggu (aset) Rp50 triliun, mungkin kami akan melakukan spin-off. Tapi kapan, kami belum tahu,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah
Next Post INDY, ISAT, MAPI, dan UNTR Jadi Saham yang Disarankan untuk Trading Hari Ini

Member Login

or