1
1

Kredivo Catat 48% Pengakses Kredit Pertama Berasal dari Kaum Hawa

Ilustrasi. | Foto: brgfx/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Kredivo melalui laporan Dampak Sosial dan Ekonomi mencatat jumlah masyarakat yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat hingga 10 kali lipat daripada 2019 dengan 48 persen di antaranya merupakan kaum hawa.

Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, Kredivo terus mendorong akses keuangan yang setara bagi laki-laki maupun perempuan. Berdasarkan World Bank pada 2020, sekitar 60 persen UMKM di Indonesia dimiliki oleh perempuan, namun akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan usaha mereka.

“Sejak berdiri pada 2016, Kredivo percaya inklusi keuangan harus memberikan kesempatan yang setara, termasuk bagi laki-laki maupun perempuan untuk mengakses pembiayaan,” ujar Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari, dalam keterangan resminya yang dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurutnya, akses kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat menjadi salah satu enabler bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, hingga berdampak pada kesejahteraan keluarga.

“Karena itu, kami ingin memastikan semakin banyak perempuan tidak hanya terjangkau layanan kredit, tetapi juga dapat memanfaatkannya secara produktif dan bertanggung jawab,” tambahnya

Perluasan akses tersebut juga berjalan seiring dengan meningkatnya pemanfaatan kredit untuk kegiatan produktif. Pada 2025, sebanyak 54 persen kredit yang disalurkan Kredivo digunakan untuk kebutuhan produktif, sementara jumlah pengguna yang mengakses kredit sebagai modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dari 2019.

|Baca juga: Bank Mandiri (BMRI) Buyback 91,75 Juta Saham, Dividen 2026 Capai Rp50,63 Triliun

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan LD FEB UI Paksi Walandouw menambahkan temuan penelitian tersebut menunjukkan jikalau Kredivo turut andil dalam memperluas akses kredit bagi perempuan.

|Baca juga: Jumlah Transaksi Bank Jago Syariah di Arab Saudi Tumbuh Jadi 62,3 Ribu hingga September 2026

Hal ini, menurutnya, menjadi indikasi positif bagi inklusi keuangan, mengingat akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan, baik dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi yang lebih luas.

“Dari perspektif demografi, dampak inklusi keuangan tidak hanya dilihat dari terbukanya akses pembiayaan, tetapi juga dari bagaimana akses tersebut mendukung kapasitas perempuan dalam mengelola sumber daya, menentukan pilihan ekonomi, dan berpartisipasi dalam pengambilan keputusan secara lebih mandiri,” ujar Paksi.

Laporan yang sama mencatat 65,7 persen pengguna Kredivo tergolong well-literate secara finansial, menunjukkan tingkat pemahaman keuangan yang baik di kalangan mayoritas penggunanya.

Melalui kombinasi perluasan akses yang setara, literasi keuangan, dan responsible lending, Kredivo terus mendorong terciptanya inklusi keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya semakin luas akses yang terbuka maka semakin penting memastikan pertumbuhannya tetap sehat.

“Karena itu, perluasan inklusi perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan penerapan responsible lending, agar masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap kredit, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya,” tutup Indina

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bank Mandiri (BMRI) Buyback 91,75 Juta Saham, Dividen 2026 Capai Rp50,63 Triliun
Next Post BNI (BBNI) Siap Perpanjang Periode Buyback Saham

Member Login

or