Media Asuransi, JAKARTA – Berinvestasi menjadi salah satu cara efektif untuk mengembangkan aset dan mencapai tujuan keuangan. Bagi pemula, investasi reksa dana merupakan pilihan yang tepat karena memiliki risiko relatif rendah, modal awal terjangkau, dan dikelola oleh manajer investasi profesional.
Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), reksa dana adalah satu dari sekian banyaknya alternatif investasi bagi para investor yang memiliki modal, waktu, dan pengetahuan terbatas, namun memiliki keinginan untuk berinvestasi. Menurut Investopedia, reksa dana cocok banget bagi kamu yang baru mulai berinvestasi.
Melansir Allianz Indonesia, Sabtu, 10 Oktober 2026, menurut Groww berikut adalah beberapa langkah dan cara yang bisa kamu ikuti untuk memulai investasi reksa dana secara aman:
1. Tentukan tujuan investasi
Sebelum membeli reksa dana, tentukan tujuan finansial kamu. Misalnya, untuk dana pendidikan, membeli rumah, atau persiapan pensiun. Tujuan ini akan memengaruhi jenis reksa dana yang dipilih.
2. Kenali profil risiko
Secara sederhana profil risiko adalah gambaran kemampuan seseorang menghadapi kerugian dalam investasi. Setiap orang memiliki tingkat toleransi risiko yang berbeda.
3. Pilih platform investasi tepercaya
Gunakan aplikasi atau lembaga yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini menjamin keamanan transaksi dan perlindungan danamu. Pastikan juga aplikasi memiliki opsi customer service agar kamu dapat menghubunginya sewaktu-waktu.
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
|Baca juga: 8 Kesalahan yang Membuat Pemimpin Tidak Efektif
4. Mulai dengan modal kecil
Tidak perlu langsung menanamkan modal besar. Banyak platform memungkinkan pembelian mulai dari Rp10.000–Rp100.000, sehingga kamu bisa belajar sambil berinvestasi.
5. Diversifikasi portofolio
Jangan hanya menaruh modal di satu jenis reksa dana. Sebaiknya kombinasikan beberapa jenis instrumen investasi untuk meminimalkan risiko. Jika platform tempatmu menabung reksa dana punya opsi diversifikasi maka kamu dapat memanfaatkannya agar tidak repot ganti-ganti aplikasi.
6. Perhatikan biaya dan reputasi manajer investasi
Reksa dana kamu akan dikelola oleh manajer investasi yang ditunjuk oleh platform. Makanya, pilih reksa dana dengan biaya yang bersahabat dan track record serta manajer yang konsisten performanya.
7. Pantau kinerja investasi secara berkala
Walaupun dikelola oleh manajer investasi, kamu tetap perlu memantau perkembangan reksa dana setiap beberapa bulan sekali untuk memastikan tetap sesuai dengan tujuan keuanganmu.
8. Pahami biaya dan pajak
Reksa dana, seperti instrumen investasi lainnya, juga dikenai pajak, terutama saat kamu menjualnya. Maka, perhatikan biaya pembelian, penjualan, dan pengelolaan reksa dana kamu di aplikasi. Pastikan juga memahami ketentuan pajak yang berlaku.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

