1
1

Perawatan Mandiri dan Medis Saat Menderita Cacar Air

Pasien sedang berkonsultasi dengan dokter. | Foto: Halodoc

Media Asuransi, JAKARTA – Mungkin Anda sudah pernah menderita cacar air saat masih anak-anak. Namun mungkin juga ada yang sampai menginjak usia dewasa, belum pernah terjangkit penyakit yang disebabkan virus varisela (Varicella-Zoster Virus/VZV) ini.

Dikutip dari laman Halodoc, cacar air adalah infeksi virus yang sangat menular. Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak, tetapi orang dewasa yang belum pernah terinfeksi atau divaksinasi juga bisa tertular. Pada umumnya, cacar air terjadi sekali seumur hidup karena tubuh membentuk antibodi yang kuat terhadap virus varicella zoster. Setelah sembuh, kebanyakan orang memiliki kekebalan permanen dan tidak akan terkena cacar air lagi. Namun, cacar air bisa menyerang lebih dari sekali dalam kondisi langka, seperti pada orang dengan sistem imun yang sangat lemah atau jika infeksi pertama sangat ringan.

 

Pencegahan Cacar Air

Vaksin cacar air adalah cara paling efektif untuk mencegah penyakit ini. Vaksin ini aman dan dapat mencegah sebagian besar kasus cacar air. Jika seseorang yang sudah divaksinasi tetap tertular, gejala yang dialami cenderung lebih ringan.

Gejala Umum Cacar Air

Gejala cacar air biasanya dimulai dengan demam ringan, kehilangan nafsu makan, dan rasa lelah. Setelah itu, akan muncul ruam merah gatal yang berkembang menjadi bintik-bintik berisi cairan. Bintik-bintik ini kemudian akan mengering dan membentuk koreng. Gejala ini biasanya muncul 10-21 hari setelah paparan virus.

Cacar air disebabkan oleh Varicella-Zoster Virus (VZV). Penularannya sangat mudah terjadi, yaitu melalui kontak langsung dengan cairan dari ruam penderita. Virus juga dapat menyebar melalui udara, misalnya saat penderita batuk atau bersin. Seseorang bahkan dapat menularkan cacar air bahkan sebelum ruam muncul hingga semua bintik mengering menjadi koreng.

Perawatan Mandiri di Rumah

Perawatan mandiri di rumah sangat berperan penting dalam meredakan gejala cacar air dan mencegah infeksi sekunder. Beberapa langkah dapat dilakukan untuk membuat penderita merasa lebih nyaman.

  1. Jangan Menggaruk Ruam Cacar Air
    Menggaruk ruam cacar air dapat menyebabkan infeksi bakteri pada kulit. Hal ini juga berisiko meninggalkan bekas luka permanen setelah cacar air sembuh. Untuk mencegah garukan, penderita dapat menggunakan sarung tangan kapas, terutama saat tidur. Memotong kuku jari hingga pendek juga sangat dianjurkan.
  1. Mandi untuk Meredakan Gatal
    Mandi dengan air dingin atau air hangat dapat membantu meredakan rasa gatal. Tambahan oatmeal koloid atau soda kue ke dalam air mandi juga bisa memberikan efek menenangkan pada kulit. Setelah mandi, keringkan kulit dengan menepuk-nepuk lembut menggunakan handuk bersih, jangan digosok.
  1. Oleskan Losion Kalamin
    Losion kalamin adalah salah satu produk topikal yang efektif meredakan gatal akibat cacar air. Oleskan losion ini secara tipis pada area kulit yang gatal. Pastikan kulit bersih sebelum mengaplikasikannya.
  1. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
    Minum banyak air putih sangat penting untuk mencegah dehidrasi, terutama jika penderita mengalami demam. Asupan cairan yang cukup juga mendukung proses pemulihan tubuh.
  1. Obat Resep Dokter
    Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan obat-obatan untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi. Konsultasi dengan dokter adalah langkah pertama yang krusial sebelum mengonsumsi obat apa pun.

– Antivirus (misalnya Acyclovir). Obat antivirus dapat diresepkan, terutama untuk orang dewasa, remaja, atau individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penggunaan antivirus paling efektif jika dimulai dalam 24 jam pertama setelah ruam muncul.

– Pereda Gatal dan Demam (misalnya Paracetamol). Obat ini dapat membantu mengurangi demam dan meredakan rasa tidak nyaman akibat gatal. Penting untuk selalu mengikuti dosis yang dianjurkan dokter atau yang tertera pada kemasan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Anda perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala cacar air yang parah. Segera konsultasikan dengan dokter jika demam tinggi yang tidak kunjung reda, ruam menyebar ke mata, atau muncul tanda-tanda infeksi bakteri seperti ruam yang mengeluarkan nanah.

Mengatasi cacar air memerlukan kombinasi perawatan mandiri dan penanganan medis yang tepat. Perawatan di rumah seperti menghindari garukan, mandi dengan oatmeal, dan losion kalamin dapat meredakan gejala. Obat-obatan seperti antivirus dan pereda demam/gatal mungkin diperlukan, tetapi selalu berdasarkan resep dan anjuran dokter.

Jika mengalami gejala cacar air atau memiliki kekhawatiran terkait kondisi kesehatan, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Akses informasi kesehatan terpercaya dan konsultasi medis profesional dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat untuk kesehatan.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 7 Tips Sebelum Memutuskan Memulai Investasi di Saham

Member Login

or