Bagi orang awam, golf mungkin terlihat seperti olahraga santai. Namun bagi mereka yang sudah menggeluti olahraga ini, main golf jauh melampaui sekadar memukul bola di lapangan hijau. Golf mengajarkan keseimbangan antara fokus, kesabaran, dan strategi, tiga hal yang tidak hanya berguna di lapangan, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu golf adalah cerminan hidup yang sangat menguji disiplin mental, kesabaran, dan cara seseorang mengelola frustrasi, tekanan, serta ego diri. Ketenangan pikiran jauh lebih menentukan hasil pukulan, lebih dari sekadar teknik semata.
Ketua Umum Persatuan Golf Asuransi Indonesia (PGAI) yang juga Direktur Kepatuhan PT Asuransi Simas Insurtech, I Made Yoga Mahardika, mengakui golf itu sebenarnya olahraga melawan diri sendiri. Bagaimana kita bisa mengontrol emosi dan mengontrol pukulan.
“Karena kalau kita gagal pada satu pukulan, kita dituntut mengontrol diri agar bagaimana pukulan berikut bisa bagus,” ujar pria yang sangat aktif menjalani olah ragagolf ini kepada Media Asuransi, beberapa waktu lalu.
Golf juga menawarkan ketenangan yang jarang ditemukan di olahraga lain. Saat berdiri di fairway yaitu jalur utama berumput pendek dan rapi yang terletak di antara tempat pukulan pertama (tee box) dan area lubang akhir (green), golfer tidak hanya berolahraga, tetapi juga menenangkan pikiran. Banyak pemain yang menganggap golf
sebagai bentuk meditasi aktif yang membantu mereka melepaskan stres dari rutinitas.
Hal ini diakui Direktur Property & Casualty Business PT Indoperkasa Suksesjaya Reasuransi (Inare), Erlan Risdiyanto, yang sudah menjalani hobi ini sejak 24 tahun lalu. “Keistimewaan olahraga ini adalah permainan yang tidak pernah sama setiap kali bermain, walaupun bermain di lapangan yang sama,” paparnya.
Maksud Erlan, kondisi permainan selalu berbeda karena dipengaruhi faktor alam yang berubah, seperti arah angin, cuaca, posisi lubang (pin position), dan kondisi fisik serta mental pemain pada kesempatan berbeda.
Arah dan kecepatan angin selalu berubah. Hal ini mengubah jarak terbang bola dan arah jatuhnya. Posisi lubang di green juga dipindah secara berkala. Sementara rumput tumbuh dengan kecepatan berbeda setiap hari. Di sisi lain, suasana hati, tingkat kelelahan, dan fokus pemain tidak pernah sama. Ini memengaruhi kekuatan dan ayunan pukulan.
Secara fisik, keuntungan main golf cukup signifikan. Walaupun terlihat ringan, golf sebenarnya melatih hampir seluruh tubuh. Gerakan ayunan (swing) melibatkan otot bahu, punggung, pinggul, dan kaki. Selain itu, berjalan dari satu hole ke hole berikutnya dapat menempuh jarak hingga delapan kilometer, artinya berolahraga tanpa harus merasa terbebani.
Henry Jatmiko, pemegang saham pengendali Halim Re, juga mengakui golf adalah kegiatan menyenangkan dan bermanfaat. Secara fisik dapat menyehatkan tubuh
karena pukulan dan berjalan kaki membakar kalori. Dalam satu kegiatan golf, dirinya bisa beraktivitas jalan kaki hingga tiga kilometer untuk menyelesaikan 18 hole.
“Ada aktivitas fisiknya di golf. Karena untuk menyelesaikan 18 hole, paling tidak kita berjalan kaki dua hingga tiga kilometer,” ucapnya.
Dari permainan golf juga bisa terlihat suasana psikologis seseorang. Jika psikologis sedang tidak bagus maka akan permainan kita menjadi tidak bagus. “Selain itu fairness akan terlihat di situ karena kita melawan diri sendiri sebenarnya,” lanjutnya.
Dalam seminggu, Henry bisa melakoni golf dua hingga tiga kali, bersama teman-teman di PGAI dan juga rekanrekan bisnisnya. Dia termasuk golf mania karena jika belum puas bermain 18 hole, bisa berlanjut sesi berikutnya.
“Saya main golf bisa empat hingga lima jam. Kadang bisa 36 hole, kalau main pagi tapi kurang puas maka siang bisa main lagi,” ungkapnya.
Direktur Utama PT Sinar Mas Asuransi Syariah (SMAS), Daniel Amargatlie, menjabarkan ada sejumlah tipe golfer, yakni mulai dari yang tipikal serius, teliti, sabar, dan penuh canda. Hal ini terlihat saat bermain sebagai tim atau pairing.
“Saya termasuk yang tipe happy-happy. Karena di pekerjaan, kita sudah serius, banyak pikiran, maka di golf waktunya untuk menjaga stamina, refreshing dan juga bertemu teman baru,” ucapnya.
Daniel menggeluti golf sejak tahun 2004. Selain karena ia hobi olahraga, golf di industri perasuransian sudah menjadi semacam kewajiban karena pelaku usaha di industri ini mayoritas hobi bermain golf. “Kalau di asuransi, golf jadi semacam suatu kewajiban karena di sini kita menjalin hubungan dengan klien sambil bermain golf,” tuturnya kepada Media Asuransi.
Presiden Direktur Lippo General Insurance, Agus Benjamin mengaku mengaku baru aktif lagi bermain golf dalam tiga tahun belakangan, setelah sempat vakum beberapa saat. Kegiatan golf dilakukannya sebulan dua kali dengan rekan-rekan bisnisnya.
Proses Marketing
Erlan menekuni golf sejak 24 tahun lalu. “Walau sudah lama tapi nggak pintar-pintar,” ujarnya sambil berkelakar. Sama dengan mayoritas anggota PGAI, olahraga ini dilakoni sambil melakukan aktivitas pemasaran.
“Kita ini marketing golfer. Golf ini untuk menjaga kesehatan, menjaga hubungan, dan menjunjung tinggi sportivitas pemain,” paparnya.
Menurut Daniel, di lapangan golf, hubungan dengan klien akan lebih dekat dibandingkan bertemu di ruang meeting. Karena saat bermain golf, klien juga sebagai teman permainan atau pairing.
Karena itu, saat berada di lapangan golf, ia mengaktifkan mode ‘stand by’. Pasalnya, terkadang, saat dirinya sudah menyelesaikan 18 hole dan bersiap ingin pulang di siang hari, namun saat itu ia bertemu klien yang baru datang dan mengajak untuk bermain lagi.
“Kita main biasanya dari pagi tapi tidak jarang juga saya main sampai 36 hole karena di lapangan bertemu klien yang main siang, mereka ajak bermain lagi. Sebagai marketing ya kita harus stand by. Kalau pas ada klien ngajakin ya… mau atau tidak mau… kita ikut lagi walaupun sudah capek,” terangnya.
Bagi Yoga, golf dapat menunjang pekerjaan. Karena kalau tidak bermain golf, dirinya malah tidak kerja. Jadi terbalik, biasanya kerja yang utama baru golf. Karena cara
dirinya meng-entertain klien, broker, stakeholder, adalah dengan golf. Yoga bermain golf menemani kepala cabang, bertemu pejabat, bertemu klien di daerah di lapangan golf. Semua pihak yang diajak bermain golf ternyata memang hobi golf.
“Golf ternyata paling efektif dan efisien, semua dapat membaur. Dari situ saya dapat menambah relasi. Tadinya cuma klien di asuransi, sekarang bertemu orang bank, bahkan bertemu rekan-rekan alumni.
Bagi Yoga, golf bukan sekadar olahraga, melainkan medium komunikasi yang efektif. Lapangan golf mempertemukannya dengan klien, perbankan, regulator, hingga lintas komunitas profesional. “Golf jadi tool saya,” ujarnya.
Henry mengatakan di kegiatan golf tersebut, dirinya dapat bertemu banyak relasi selain tujuan utamanya berolahraga. Pembicaraan bisnis pun terjadi saat berinteraksi dengan sesama golfer.
“Ini bukan sekadar golf karena di sini kita bisa merawat relasi. Pembicaraan yang sulit, penuh keraguan dan formalitas, namun setelah dibicarakan sambil bermain golf menjadi lebih enak,” urainya.
Daniel termasuk tipe golfer single fighter saat memperluas relasi. Karena ia sendirian blusukan bertemu teman-teman baru. Termasuk aktif di komunitas golfer wanita untuk menjalin relasi dan silaturahmi dengan mereka. Bagi Daniel, menjalin relasi dan membangun jaringan tidak dibatasi gender, kelas atau profesi.
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

