Media Asuransi, JAKARTA – PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menjelaskan mengenai realisasi dana hasil penawaran umum perdana (IPO) yang hingga akhir Desember 2025 belum terserap seluruhnya. Emiten ini tercatat masih mengantongi sisa dana sebesar Rp4,28 triliun dari total perolehan bersih Rp21,9 triliun.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, manajemen menjelaskan, keputusan untuk belum menghabiskan dana tersebut merupakan langkah perusahaan yang dilakukan guna menghadapi dinamika ekonomi global serta perkembangan industri teknologi yang sangat cepat.
“Hingga 31 Desember 2025, perseroan melakukan realisasi dana IPO dengan menerapkan prinsip kehati-hatian (prudent) dan selektif, khususnya dalam penggunaan dana untuk modal kerja,” kata Sekretaris Bukalapak Cut Fika Lutfi, dalam surat keterbukaan informasi yang dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Kebijakan ini diambil agar setiap pengeluaran modal tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan finansial perusahaan. Manajemen menilai efisiensi penggunaan dana jauh lebih penting daripada sekadar memenuhi target penyerapan waktu.
|Baca juga: Wamenkeu: Pertumbuhan Ekonomi RI 5,39% di Kuartal IV/2025 Tertinggi di G20
|Baca juga: CBRE Advisory Indonesia Proyeksikan Pasar Properti Jakarta Tumbuh Solid di 2026
“Belum terealisasinya sebagian dana IPO mencerminkan kebijakan manajemen dalam menjaga kualitas dan efektivitas penggunaan dana agar setiap realisasi tetap mendukung strategi bisnis perseroan,” tegas Fika.
Mengenai penempatan sisa dana yang belum terpakai, Bukalapak memilih instrumen keuangan yang memiliki profil risiko rendah. Langkah ini bertujuan untuk memitigasi risiko kerugian aset di tengah fluktuasi pasar keuangan.
“Perseroan menempatkan sisa dana IPO yang belum terealisasi pada instrumen keuangan berupa deposito, giro, dan obligasi sebagai bagian dari pengelolaan keuangan yang hati-hati,” jelasnya.
Instrumen tersebut dipilih karena menawarkan likuiditas yang tinggi. Dengan demikian, dana dapat segera digunakan sewaktu-waktu apabila terdapat kebutuhan operasional yang mendesak atau peluang investasi yang sesuai dengan strategi perusahaan.
|Baca juga: BCA (BBCA) Luncurkan Ocean by BCA, Portal Digital Terintegrasi untuk Pelaku Usaha
|Baca juga: Moody’s Pangkas Outlook, BCA (BBCA) Blak-blakan tentang Dampaknya ke Kredit
Terkait jadwal penggunaan dana yang telah melampaui target awal pada akhir 2025, manajemen menyatakan akan segera menempuh prosedur sesuai regulasi pasar modal. Perseroan berencana meminta persetujuan resmi dari para pemegang saham mengenai perubahan jadwal tersebut.
“Perseroan akan menyampaikan pertanggungjawaban atas rencana dan realisasi penggunaan dana IPO serta penyesuaian jadwal dan target penyelesaian kepada para pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terdekat,” tutupnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
