1
1

Tidak Lagi Hanya Asing, Investor Lokal Diprediksi Jadi Kunci Reli Pasar Modal RI di 2026

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Pasar modal Indonesia pada 2026 diproyeksikan bergerak konstruktif dengan bias positif seiring membaiknya arah sentimen global. Penurunan suku bunga global dan pelemahan struktural dolar AS dinilai menjadi faktor utama yang mengubah tekanan eksternal menjadi peluang bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Outlook pasar modal Indonesia pada 2026 kami pandang konstruktif dengan bias positif, seiring perubahan global dari headwind menjadi tailwind,” ujar CFA – VP Equity Research BNI Sekuritas Yulinda Hartanto, dalam keterangan resminya, Jumat, 2 Januari 2026.

BNI Sekuritas menilai lingkungan suku bunga global yang memasuki fase penurunan akan menjadi pendorong utama arus modal. The Fed diproyeksikan memangkas suku bunga hingga kisaran 3–3,5 persen pada akhir 2026, sehingga mendorong investor global kembali meningkatkan alokasi dana ke aset emerging markets.

|Baca juga: Rasio Klaim Asuransi Kredit Tembus 85,56%, OJK Minta Disiplin Underwriting Diperkuat!

|Baca juga: Chandra Daya (CDIA) Bagi Dividen Interim Rp1,34 per Saham, Dijadwalkan pada 29 Januari 2026

|Baca juga: Terapkan PSAK 117, OJK Gandeng DJP untuk Sesuaikan Ketentuan Perpajakan bagi Industri Asuransi

Di tengah peluang tersebut, Indonesia diperkirakan menjadi salah satu tujuan utama aliran dana, ditopang oleh stabilitas makroekonomi dan valuasi pasar yang semakin menarik. Namun, pola pergerakan pasar pada siklus mendatang diprediksi berbeda dibandingkan dengan periode sebelumnya.

BNI Sekuritas melihat penggerak utama reli pasar tidak lagi sepenuhnya bergantung pada investor asing. Investor domestik, mulai dari institusi lokal, dana pensiun, hingga sektor perbankan, diproyeksikan mengambil peran lebih besar dalam menopang pergerakan pasar saham nasional.

Rendahnya kepemilikan institusional domestik saat ini dinilai membuka ruang terjadinya structural re-rating. Dalam konteks tersebut, arus dana asing diperkirakan lebih berperan sebagai katalis tambahan ketika valuasi dan kondisi makro semakin solid.

“Investor domestik akan menjadi penopang utama reli lanjutan, sementara asing berperan sebagai katalis,” pungkas Yulinda.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tekanan Suku Bunga dan Investor Institusi Jadi Penentu Arah Pasar Kripto 2026
Next Post Ada Isu Penarikan Dana Exchange Kripto Lokal, Investor Khawatir Kolapsnya FTX Terulang

Member Login

or