Media Asuransi, JAKARTA – Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memerlukan ekosistem yang terintegrasi untuk mendukung supaya UMKM naik kelas. Upaya tersebut dinilai dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan keadilan sosial.
|Baca juga: Tolok Ukur Pertumbuhan Ekonomi Tak Hanya GDP, Tapi Juga Pemerataan
Chairman of the Board of Trustees Indonesian Business Council (IBC), M. Arsjad Rasjid mengatakan, pengembangan UMKM tidak cukup dilakukan melalui bantuan usaha semata, tetapi juga perlu didukung pendidikan dan berbagai program pemberdayaan yang menghubungkan pelaku usaha dengan ekosistem ekonomi yang lebih luas.
“Bicara mengenai UMKM sendiri adalah bagaimana kita menghubungkan dan membangun suatu ekosistem. Kami melakukan pendidikan dan berbagai upaya untuk membantu UMKM. Dengan demikian, kami mencoba membawa semua itu ke dalam dampak sosial agar ekonomi tidak hanya meningkat, tetapi kesejahteraan dan keadilan juga semakin berkembang,” ujar Arsjad dalam sesi doorstop pada acara peluncuran Indonesia Economic Summit (IES) 2027 yang diselenggarakan IBC di Sudirman Hall, Sequis Tower Lantai 2, Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026.
|Baca juga: IBC: Pertumbuhan Ekonomi Memerlukan Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat Sipil
Ia menegaskan bahwa penguatan UMKM perlu diarahkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan ekosistem yang mendukung, pertumbuhan ekonomi diharapkan tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan memperluas kesempatan ekonomi.
IES 2026 mengusung tema “From Growth to Prosperity: Social Impact Beyond Numbers”, yang menyoroti pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan memperhatikan kualitas lapangan kerja, kesempatan ekonomi, serta peningkatan taraf hidup masyarakat.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

