Media Asuransi, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ambles hingga 2,59 persen atau sebesar 157,6 poin ke level 5.936,1 pada penutupan perdagangan, Senin, 12 Oktober 2026.
|Baca juga: IHSG dan Nilai Transaksi Saham Menguat dalam Sepekan
Sebanyak 118 saham mengalami kenaikan harga, 632 saham melemah dan 213 saham stagnan harganya. Nilai transaksi harian mencapai Rp13,4 triliun dengan volume perdagangan melibatkan milar saham.
Tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS (US 10-year yield) serta penguatan indeks dolar AS (DXY) mendorong keluarnya aliran dana asing dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Hal ini dipicu pernyataan pejabat Federal Reserve Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, pada Kamis malam yang menyatakan untuk mengembalikan inflasi ke tingkat target, diperlukan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.
Selain itu sikap MSCI yang masih membekukan saham-saham asal Indonesia turut menekan saham-saham di BEI. Baru FTSE Russel yang mempertahankan pasar saham Indonesia dalam kategori secondary emerging market dalam pengumuman klasifikasi pasar periode Oktober 2026 pekan lalu.
|Baca juga: IHSG Terkoreksi Dalam di Sesi I
Pelaku pasar juga memperhatikan konflik antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan Arab Saudi yang kian memanas serta potensi dampaknya terhadap pasokan energi. Houthi menyerang Bandar Udara Riyadh dan juga fasilitas minyak Saudi Aramco.
Laman CNCB melaporkan, kekhawatiran terhadap harga energi kembali mencuat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan Arab Saudi melawan kelompok Houthi di Yaman.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

