Media Asuransi, JAKARTA – Influenza A adalah salah satu jenis virus penyebab influenza yang menyerang saluran pernapasan. Virus ini terutama menyebar melalui partikel pernapasan dari orang yang terinfeksi.
Bahkan, pada sebagian kasus, terutama yang terjadi pada anak-anak, influenza A dapat disertai dengan muntah atau diare. Mengenali gejala saja tidak cukup, St. Alexius Health menyarankan bahwa kamu perlu melakukan beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi risiko tertular maupun menularkan influenza A kepada orang lain.
Mengutip Allianz Indonesia, Sabtu, 24 Oktober 2026, berikut langkahnya:
1. Pertimbangkan vaksinasi influenza
Vaksinasi influenza setiap tahun merupakan salah satu cara utama untuk mengurangi risiko terkena flu dan komplikasi seriusnya. Meski vaksinasi tidak menjamin seseorang sepenuhnya terhindar dari infeksi, tetapi vaksinasi dapat membantu mengurangi risiko penyakit berat. Untuk mendapatkan vaksinasi ini, konsultasikan dengan tenaga kesehatan mengenai kebutuhan dan waktu vaksinasi yang sesuai.
2. Rajin mencuci tangan
Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah batuk, bersin, bepergian, atau sebelum makan. Jika tidak tersedia, kamu dapat menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol.
3. Gunakan masker saat diperlukan
Masker dapat menjadi perlindungan tambahan, terutama ketika berada di tempat ramai atau ruang tertutup. Jika sedang sakit, menggunakan masker juga dapat membantu mengurangi risiko menularkan virus kepada orang lain.
|Baca juga: Pemimpin dalam Islam Dituntut Adil dan Amanah, Ini Ancaman bagi Pemimpin yang Zalim
|Baca juga: Tak Harus Selalu Mengalah, Ini Cara Menetapkan Batasan di Tempat Kerja
4. Tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin
Gunakan tisu ketika batuk atau bersin, kemudian segera buang dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Jika kamu tidak memiliki tisu maka gunakan siku bagian dalam, bukan telapak tangan, untuk menutup mulut saat batuk dan bersin.
5. Hindari kontak dekat saat sakit
Jika kamu mengalami gejala influenza, segera batasi aktivitas, khususnya di tempat umum, dan kontak dekat dengan orang lain. Kamu dapat kembali beraktivitas setelah kondisi membaik dan setidaknya 24 jam tidak mengalami demam tanpa menggunakan obat penurun demam. Kamu juga sebaiknya tetap berada di rumah setidaknya lima hari sejak gejala mulai muncul, meski tidak mengalami demam.
6. Jaga kondisi tubuh
Istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi, minum air putij yang cukup, dan tetap aktif sesuai kondisi tubuh dapat membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Jika gejala yang dirasakan semakin berat, misalnya, kesulitan bernapas, nyeri atau tekanan di dada, kebingungan, atau pusing berat, segera cari pertolongan medis. Begitu juga jika kondisi yang sempat membaik, kemudian kembali memburuk.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

