1
1

Allianz Global Insurance Report 2024: Industri Asuransi Tumbuh di Tengah Tantangan Tahun-Tahun Transformatif

Gedung Alianz. | Foto: Allianz

Media Asuransi, JAKARTA – Industri Global Asuransi menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan estimasi 7,5 persen di tahun 2023 dengan pertumbuhan pada peningkatan premi global yang berimbang antara ketiga segmen asuransi, baik dari asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kesehatan.

Di tahun 2023, pasar asuransi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang solid meski diwarnai dengan perbedaan pada asuransi jiwa dan kesehatan, serta asuransi umum.

Berdasar laporan yang diterbitkan, industri global asuransi tumbuh dengan estimasi 7,5 persen di tahun 2023, tercatat sebagai pertumbuhan tercepat semenjak tahun 2006, satu tahun sebelum Global Financial Crisis (GFC).

|Baca juga: Allianz Global: Siap-siap, Permintaan Asuransi Professional Indemnity akan Meningkat

Secara keseluruhan, perusahaan asuransi di seluruh dunia menghasilkan EUR6,2 triliun, yakni di asuransi jiwa EUR2,62 triliun, EUR2,15 triliun di asuransi umum, dan EUR1,43 triliun di premi asuransi kesehatan. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, pemasukan premi global meningkat pesat dengan jumlah yang sangat besar yaitu EUR1,1 triliun atau 21,5 persen.

Namun, perkembangan yang kuat perlu dilihat dengan latar belakang peningkatan inflasi yang tinggi. Sehingga kondisinya menjadi kurang mengesankan. Premi riil hampir stagnan dan hanya mengalami peningkatan sebesar 0,7 persen sejak 2020.

Berbeda dengan tahun 2022, di saat peningkatan premi global yang utamanya didorong oleh segmen asuransi umum, tahun 2023 menunjukkan pertumbuhan yang lebih berimbang. Ketiga segmen tersebut mencatatkan peningkatan yang hampir sama, yakni asuransi jiwa meningkat sebesar 8,4 persen, asuransi umum sebesar 7,0 persen, dan asuransi kesehatan sejumlah 6,6 persen.

Dalam keterangan pers yang diterima Media Asuransi, Jumat, 21 Juni 2024 disebutkan bahwa pemulihan segmen asuransi jiwa yang hanya tumbuh sebesar 3,1 persen pada tahun 2022 mendapatkan dorongan utama oleh Asia (tanpa Jepang) yang meningkat sebesar 16,2 persen dan kini menjadi pasar asuransi jiwa terbesar di dunia, melampaui Eropa Barat yang mengalami pertumbuhan pasar global dengan jumah 30,0 persen. Dalam lini asuransi umum, Amerika Utara tumbuh 7,1 persen.

 

Kebutuhan Asuransi Umum di Indonesia Meningkat

Pasar asuransi Indonesia mengalami pertumbuhan yang solid pada tahun 2023, dengan pendapatan premi meningkat sebesar 3,6 persen menjadi EUR16,8 miliar. Namun, peningkatan total ini memperlihatkan perkembangan yang sangat berbeda dalam segmen asuransi jiwa dan asuransi umum. Untuk asuransi jiwa, premi menurun untuk tahun kedua berturut-turut (-7,4 persen pada tahun 2023), sedangkan untuk asuransi umum, premi meningkat sebesar 24,2 persen, sebagian besar karena kenaikan harga.

|Baca juga: Allianz Commercial Tunjuk Vanessa Maxwell Sebagai Kepala Bidang Siber yang Baru

Secara keseluruhan, selama tiga tahun terakhir, pendapatan premi pada asuransi umum hampir dua kali lipat, menambah EUR3 miliar dan mencapai EUR6,6 miliar pada tahun 2023. Untuk dekade berikutnya, diperkirakan kembalinya pertumbuhan yang lebih seimbang, dengan total 8,0 persen per tahun.

“Allianz Indonesia juga melihat pertumbuhan di lini bisnis asuransi jiwa dan umum, terutama asuransi umum yang mencatat peningkatan dua digit di 2023. Hal ini menunjukkan komitmen kami untuk menyediakan perlindungan yang komprehensif (A-Z), bukan hanya asuransi jiwa dan umum, tetapi juga asuransi kesehatan dan syariah bagi masyarakat di Indonesia. Tentunya ini sejalan dengan tujuan global kami untuk melindungi masa depan lebih banyak lagi masyarakat dan membantu mereka mencapai keamanan finansial,“ ucap Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia, Alexander Grenz.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG dan Rupiah Kembali Kompak Merekah di Perdagangan Sore
Next Post Asuransi Jiwa Cuan Besar di Tengah Era Suku Bunga Tinggi

Member Login

or