Media Asuransi, Jakarta – Kristiana Anggriani berkarier sebagai agen asuransi Manulife Indonesia sejak Juli 1999. Selama 27 tahun bersama Manulife Indonesia, Kristiana telah membangun perjalanan panjang sebagai agen. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman selama 13 tahun di industri perbankan, dengan posisi terakhir sebagai VP of Funding and Treasury Head. Berbekal pengalaman dan konsistensinya, Kristiana berhasil meraih predikat sebagai Top Producer of The Year 2025 Manulife Indonesia.
Apa yang membuat Anda tertarik untuk memulai karier sebagai Agen Manulife?
Hal yang mendorong untuk berpindah ke Manulife karena saya ingin memiliki quality time dengan anak. Saya percaya, lima tahun pertama merupakan golden age untuk seorang anak. Saat anak berulang tahun yang kedua, saya mulai khawatir akan kehilangan golden moment tersebut.
Kemudian, saya mempelajari laporan keuangan Manulife Indonesia dan melihat bahwa perusahaan menggunakan jasa firma akuntansi berskala global. Hal tersebut semakin memperkuat keyakinan saya terhadap tata kelola dan fundamental perusahaan. Karena itulah, saya membulatkan tekad untuk bergabung sebagai agen Manulife.
Melihat hal tersebut, saya kian yakin untuk menjadi agen Manulife karena kembali lagi saya ingin memiliki quality time dengan anak.
Menurut Anda, apa tantangan utama menjadi agen asuransi dan bagaimana Manulife membantu Anda?
Pertama, tantangan terbesar itu tentu wajar dipertanyakan karena waktu itu saya sudah berada di puncak karier lalu memilih menjadi agen asuransi. Harga diri saya dipertaruhkan pada saat itu. Karena di masa itu, agen masih mengharuskan kita untuk bekerja full-time, sehingga penghasilan juga menurun di awal. Berbeda dengan sekarang, Manulife telah menghadirkan NEXTPro bagi profesional yang ingin mulai membangun karier sebagai agen tanpa harus langsung meninggalkan pekerjaan utamanya.
Kedua, tidak ada jenjang karier yang bisa disamakan dengan pengalaman kerja waktu itu. Saya harus merintis karier dari bawah lagi. Waktu itu sesuai dengan tujuan awal saya, sepanjang saya bisa mengatur waktu saya sendiri untuk quality time.
Tantangan lainnya adalah pandangan masyarakat terhadap profesi agen asuransi. Ketika masih menjadi vice president, banyak orang mencari saya. Setelah menjadi agen, situasinya berbalik karena saya harus menghadapi penolakan dan merintis karier dari awal. Namun, profesi ini memberi saya kemandirian untuk mengatur waktu dan membangun karier sesuai tujuan.
Terkait dukungan Manulife, saya merasakan bagaimana perusahaan membuka jalan bagi agen yang belum memiliki pengalaman di industri asuransi. Saat bergabung, misalnya, saya mendapatkan pelatihan intensif selama dua minggu. Pengalaman tersebut semakin meyakinkan saya bahwa Manulife tidak hanya memiliki fundamental yang kuat, tetapi juga berkomitmen membekali agen agar dapat menjalankan profesinya secara baik.
Dukungan lainnya datang dari beragam produk dan layanan yang tersedia. Dengan latar belakang saya di industri perbankan, hal ini membantu saya memahami kebutuhan nasabah dan menawarkan solusi perlindungan yang sesuai.
Apa yang paling dibutuhkan nasabah dari seorang agen, selain pengetahuan mengenai produk?
Kuncinya adalah full heart. Resep boleh sama, tetapi kokinya berbeda. Saya selalu mengajarkan tim bahwa jika ingin membantu nasabah, kita tidak boleh setengah hati atau hanya hadir saat pembelian polis. Agen juga perlu mendampingi nasabah setelah pembelian, termasuk membantu mereka memahami dan menjalani proses pengajuan klaim sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagaimana profesi agen telah mengubah hidup Anda hingga kini?
Sebagai agen asuransi, saya belajar sabar bila dipandang sebelah mata oleh orang lain. Jadi, yang saya pelajari adalah kemandirian dan kedewasaan. Sebagai contoh, dulu kalau ditolak klien, saya sempat sedih sekali, tetapi saya akan mencari aktivitas lain agar tidak sedih berkepanjangan dan kembali produktif
Apa pesan Anda untuk mereka yang ingin bergabung ke Manulife?
Kita harus memiliki hati untuk menolong orang karena masih banyak keluarga Indonesia yang membutuhkan pendampingan dalam mempersiapkan perlindungan finansial. Bagi saya, Manulife menjadi tempat yang tepat untuk menjalankan tujuan tersebut karena memiliki fundamental yang kuat dan tetap solid di tengah berbagai dinamika industri.(*)
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

