Pengalaman di industri asuransi menjadi bekal bagi Felicia ketika bergabung sebagai agen Manulife Indonesia pada Juli 2025. Dalam wawancara berikut, Felicia berbagi mengenai alasan memilih Manulife, pengalaman mendampingi nasabah, serta pandangannya terhadap profesi agen asuransi. Dalam wawancara berikut, Felicia berbagi tentang perjalanan karier, pengalaman mendampingi nasabah, dan pandangannya terhadap profesi agen asuransi.
Apa yang mendorong Anda menjadi agen asuransi dan memilih Manulife Indonesia?
Awalnya, sebagai seorang ibu, saya ingin mencari perlindungan terbaik bagi keluarga. Ketika mulai menjalani profesi ini, saya menyadari bahwa menjadi agen asuransi bukan hanya tentang menawarkan produk, tetapi juga membantu orang lain menghadapi masa-masa sulit. Keyakinan itu semakin kuat ketika perlindungan asuransi membantu seorang sahabat saya menghadapi sakit kritis. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinan saya untuk menjalani profesi ini dan kemudian bergabung dengan Manulife Indonesia. Saya melihat Manulife Indonesia memiliki kompetensi yang kuat, sistem pengembangan bisnis yang menarik, serta ragam solusi perlindungan yang lengkap untuk membantu menjawab kebutuhan nasabah di berbagai tahap kehidupan.
|Baca juga: Fondasi Perusahaan Kuat Modal Utama Kepercayaan Nasabah dan Keyakinan Agen
Apa tantangan utama menjadi agen asuransi dan bagaimana Manulife Indonesia membantu Anda?
Tantangan utamanya adalah membangun kepercayaan. Menurut saya, kepercayaan tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui integritas, kompetensi, konsistensi, dan kualitas pendampingan yang kita berikan kepada nasabah dari waktu ke waktu.
Saya merasakan dukungan Manulife Indonesia, terutama melalui ragam produk dan layanan yang tersedia. Dengan pilihan solusi yang komprehensif, saya dapat lebih leluasa memahami kebutuhan setiap nasabah dan membantu mereka memilih perlindungan yang sesuai.
Adakah pengalaman yang paling berkesan ketika Anda mendampingi nasabah melewati situasi sulit?
Saya pernah mendampingi beberapa keluarga ketika menghadapi sakit kritis, seperti kanker dan penyakit jantung. Dalam situasi tersebut, saya membantu mereka memahami dan memanfaatkan perlindungan yang dimiliki agar dapat lebih fokus menjalani proses pemulihan.
Banyak nasabah saya telah bersama saya dalam jangka panjang. Saya berusaha terus hadir dan mendampingi mereka dalam berbagai tahap kehidupan karena bagi saya, nasabah perlu merasa diperhatikan, bukan hanya ketika membeli polis, tetapi juga ketika membutuhkan layanan dan perlindungan.
Apa yang paling dibutuhkan nasabah dari seorang agen selain pengetahuan mengenai produk?
Seorang agen perlu bersikap konsisten dan berintegritas. Artinya, terdapat keselarasan antara apa yang dikatakan dan dilakukan. Selain pemahaman produk, nasabah membutuhkan pendampingan dalam merencanakan kebutuhan finansial serta layanan setelah pembelian polis. Dari konsistensi pendampingan tersebut, kepercayaan nasabah dapat tumbuh.
|Baca juga: Top Producer of The Year 2025, Kristiana Anggriani: “Manulife Memberikan Jalan bagi Agen”
Adakah momen yang membuat Anda menyesal hingga saat ini?
Salah satu pengalaman yang selalu saya ingat adalah ketika seorang nasabah memutuskan menghentikan polis karena memiliki kebutuhan lain. Kurang dari satu tahun kemudian, nasabah tersebut mengalami penyakit kritis dan meminta agar polisnya diaktifkan kembali. Saat itu, saya tidak dapat memenuhi permintaan tersebut karena polisnya sudah tidak aktif. Pengalaman ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk terus mengedukasi nasabah mengenai risiko serta pentingnya mempertimbangkan kebutuhan perlindungan dalam jangka panjang sebelum mengambil keputusan.
Apakah berkarier sebagai agen asuransi atau Life Planner menjanjikan untuk masa depan?
Menjadi agen asuransi menawarkan peluang pengembangan yang luas, baik dari sisi penghasilan, kompetensi, maupun jaringan profesional. Namun, hasilnya tetap bergantung pada konsistensi, kemauan untuk terus belajar, serta kemampuan membangun kepercayaan dan memberikan layanan yang baik kepada nasabah.
Apa pesan Anda untuk mereka yang ingin bergabung ke Manulife Indonesia?
Saya percaya kesuksesan tidak selalu dimulai dari lompatan besar, tetapi dari keberanian mengambil satu langkah pertama. Bagi mereka yang ingin menjadi agen, mulailah dengan kemauan untuk belajar, menjaga integritas, dan sungguh-sungguh membantu nasabah. Dari langkah kecil itu, kita dapat bertumbuh dan memberi dampak bagi lebih banyak keluarga. (*)
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

