1
1

8 Ciri Bos dengan Gangguan Kepribadian Narsistik dan Cara Menghadapinya

Ilustrasi. | Foto: pch.vector/Freepik

Media Asuransi, JAKARTA – Memiliki atasan yang sulit diajak bekerja sama dapat menjadi tantangan di lingkungan kerja. Situasi semakin rumit ketika atasan kerap mendominasi pembicaraan, meremehkan karyawan, sulit menerima kritik, hingga mengabaikan batasan waktu kerja.

Perilaku tersebut dapat memengaruhi hubungan profesional dan kenyamanan karyawan di tempat kerja. Salah satu istilah yang kerap dikaitkan dengan pola perilaku tersebut adalah Narcissistic Personality Disorder (NPD) atau gangguan kepribadian narsistik.

Menurut laman Baraka.uma.ac.id yang dikutip Minggu, 11 Oktober 2026, atasan dengan kecenderungan narsistik dapat menunjukkan perilaku seperti mendominasi, kurang berempati, dan menuntut perhatian tanpa memberikan pengakuan kepada orang lain.

Mengenali pola perilaku tersebut dapat membantu karyawan menentukan cara menghadapi situasi kerja secara lebih profesional. Berikut delapan ciri yang dapat diamati serta cara menghadapinya:

1. Kecenderungan untuk Memusatkan Perhatian pada Diri Sendiri

Bos dengan NPD cenderung selalu menginginkan perhatian dan penghargaan. Mereka sering kali berbicara lebih banyak tentang pencapaian pribadi mereka dan mengabaikan kontribusi tim. Jika Anda mendapati bos Anda lebih sering membicarakan tentang dirinya daripada mendengarkan orang lain, ini bisa menjadi tanda awal dari NPD.

Cara Menghadapinya:

Pahami bahwa komunikasi dengan bos seperti ini sering kali berpusat pada mereka. Ketika berbicara, fokuslah pada pencapaian yang dapat mencerminkan atau mendukung citra mereka. Hal ini bisa membantu mengurangi ketegangan dan memperlancar interaksi.

2. Kurangnya Empati terhadap Orang Lain

Bos yang memiliki NPD biasanya menunjukkan kurangnya empati. Mereka jarang mempertimbangkan perasaan atau kebutuhan karyawan. Jika ada masalah pribadi atau emosional yang mengganggu tim, mereka lebih cenderung mengabaikan atau meremehkannya.

Cara Menghadapinya:

Jika Anda merasa diabaikan atau tidak didengarkan, coba sampaikan kebutuhan atau perasaan Anda secara langsung dan objektif. Fokus pada fakta dan bagaimana situasi tersebut memengaruhi kinerja tim secara keseluruhan.

3. Perasaan Superiority yang Kuat

Bos dengan NPD sering merasa lebih unggul daripada orang lain dan bisa sangat mudah tersinggung jika dihadapkan pada kritik. Mereka mungkin juga merasa berhak mendapatkan perlakuan khusus dan sering menuntut penghormatan berlebihan dari bawahannya.

Cara Menghadapinya:

Jangan terlibat dalam pertengkaran atau konflik terbuka. Berikan penghormatan yang mereka inginkan, tetapi tetap pertahankan profesionalisme. Jika perlu, komunikasikan ketidakpuasan Anda dengan cara yang tidak langsung, misalnya dengan menawarkan solusi yang bisa memperbaiki situasi.

4. Manipulatif dan Cenderung Memanfaatkan Orang Lain

Seringkali, bos dengan NPD menggunakan orang lain untuk mencapai tujuan pribadi mereka. Mereka tidak segan-segan memanfaatkan tim tanpa memperhatikan dampaknya terhadap individu.

Cara Menghadapinya:

Tetap waspada terhadap dinamika di tempat kerja dan jangan biarkan diri Anda dimanfaatkan. Jika Anda merasa diminta untuk mengambil risiko atau beban yang tidak adil, pertimbangkan untuk berbicara dengan pihak yang berwenang atau mencari dukungan dari rekan kerja yang lain.

|Baca juga: Pemimpin dalam Islam Dituntut Adil dan Amanah, Ini Ancaman bagi Pemimpin yang Zalim

|Baca juga: Tak Harus Selalu Mengalah, Ini Cara Menetapkan Batasan di Tempat Kerja

5. Sikap Terlalu Terfokus pada Citra dan Status

Bos dengan NPD sangat mementingkan bagaimana mereka dilihat oleh orang lain. Mereka bisa sangat peduli dengan penampilan dan status sosial, baik di dalam maupun di luar perusahaan. Hal ini sering kali menyebabkan mereka memanipulasi situasi untuk menciptakan citra yang lebih baik di mata orang lain.

Cara Menghadapinya:

Hindari terjebak dalam permainan citra. Fokus pada pekerjaan yang berkualitas dan buat catatan mengenai pencapaian Anda. Jika perlu, buat dokumentasi yang jelas tentang hasil kerja untuk menunjukkan kontribusi Anda, meskipun bos Anda mungkin cenderung mengabaikan hal tersebut.

|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!

|Baca juga: 8 Kesalahan yang Membuat Pemimpin Tidak Efektif

6. Tendensi untuk Meremehkan Karyawan

Karyawan dengan NPD sering kali meremehkan orang lain, bahkan rekan kerjanya yang lebih berpengalaman. Bos ini biasanya memiliki pandangan bahwa orang lain tidak setara dengan mereka, baik dalam hal kemampuan, status, maupun pencapaian.

Cara Menghadapinya:

Jika Anda merasa diremehkan, tetap jaga sikap profesional dan jangan mudah terbawa emosi. Fokus pada kelebihan dan keahlian Anda. Cobalah untuk menunjukkan hasil konkret dari pekerjaan Anda yang tidak bisa dibantah atau diabaikan.

7. Mudah Tersinggung dan Reaktif

Ketika menghadapi kritik atau ketidaksepakatan, bos dengan NPD sering kali sangat tersinggung. Reaksi mereka bisa berlebihan dan sulit diprediksi. Mereka mungkin akan membalas kritik dengan sikap defensif atau bahkan menyerang balik.

Cara Menghadapinya:

Jika Anda perlu memberikan umpan balik, lakukan dengan hati-hati. Cobalah untuk menyampaikan kritik dengan cara yang konstruktif, tanpa membuat mereka merasa terancam. Hindari konflik langsung dan cobalah untuk memilih waktu yang tepat untuk berbicara.

8. Mengabaikan Batasan Pribadi

Bos dengan NPD sering tidak menghormati batasan pribadi karyawan. Mereka mungkin meminta terlalu banyak waktu di luar jam kerja atau mengharapkan Anda untuk selalu tersedia untuk kebutuhan mereka, meskipun itu tidak relevan dengan pekerjaan.

Cara Menghadapinya:

Tetapkan batasan yang jelas dan tegas. Jika Anda merasa permintaan bos Anda mengganggu kehidupan pribadi Anda, komunikasikan dengan cara yang sopan namun tegas. Jangan takut untuk mengatakan “tidak” jika sesuatu tersebut tidak sesuai dengan prioritas Anda.

Menghadapi bos dengan NPD memang bisa sangat menguji kesabaran, tetapi dengan kesadaran diri dan pendekatan yang hati-hati, Anda bisa menciptakan ruang yang lebih sehat dan profesional di tempat kerja.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Halodoc: Layanan Kesehatan Mental Harus Berkesinambungan

Member Login

or