1
1

Daya Beli Masyarakat Indonesia Tetap Tinggi

Wamenko Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo (kiri). | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dradjad Hari Wibowo, mengatakan bahwa daya beli di Indonesia tetap kuat. Tingginya daya beli ini terutama terlihat dari tetap tingginya pertumbuhan di sektor transportasi dan pariwisata.

Kondisi itu terlihat juga dari peningkatan signifikan dari jumlah transaksi pembayaran elektronik menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang sampai di atas 100 persen. Apabila jumlah transaksi dengan QRIS meningkat drastis, tentunya itu menunjukkan banyaknya konsumsi yang terjadi.

|Baca juga: Survei Konsumen BI September 2026: Keyakinan Konsumen Tetap Terjaga

“Sebenarnya yang terjadi adalah pergeseran pola konsumsi masyarakat yang sangat signifikan, termasuk di dalamnya adalah konsumsi di marketplace atau (belanja) online. Nah, pergeseran konsumsi ini tertangkap oleh BPS (Badan Pusat Statistik), sehingga kami meyakini bahwa memang daya beli masyarakat itu terjaga sangat bagus,” tutur Wamenko Dradjad dalam keterangan resmi.

Pemerintah meyakini fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat sampai akhir tahun 2026 nanti. Ekonomi tumbuh 5,45 persen c-t-c pada semester I/2026, dan inflasi tercatat sebesar 3,28 persen yoy, PMI Manufaktur 52,4, sementara neraca perdagangan surplus US$7,25 miliar (Januari-Agustus 2026). Kondisi ini sebetulnya didukung oleh konsumsi rumah tangga yang masih tetap baik pada periode semester I/2026.

|Baca juga: BI: Uang Primer Adjusted September 2026 Tumbuh 9,3% Yoy

Lebih lanjut, Wamenko Dradjad menerangkan bahwa perekonomian daerah-daerah dengan basis industri pengolahan yang kuat ternyata terbukti mampu tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.

“Daerah-daerah yang basis industri pengolahannya kuat, kawasan industrinya bagus, itu tumbuhnya juga sangat-sangat bagus. Hal ini menjadi basis bagi Kemenko Perekonomian untuk pembuatan kebijakan-kebijakan ke depan. Selain itu, untuk menjaga pertumbuhan ke depan, persoalan net export juga perlu diperhatikan,” kata Wamenko Dradjad.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post OJK Dorong Perbaikan Layanan Klaim Demi Pulihkan Kepercayaan Nasabah
Next Post IHSG Sesi I Masih Berkutat di Zona Merah

Member Login

or