1
1

Aset Asuransi Terus Meningkat

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono. | Foto: OJK

Banyak pihak mengakui bahwa industri asuransi masih menghadapi tekanan cukup berat di paruh pertama 2026. Namun apakah industri asuransi tidak mengalami pertumbuhan positif di semester I/2026 lalu? Jawabannya tergantung dari ukuran yang dipakai untuk menentukan apakah tumbuh atau tidak.

Jika acuannya adalah aset, maka dapat dikatakan bahwa aset industri asuransi terus tumbuh selama enam bulan pertama tahun ini. Data yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan hal itu.

Berdasar data OJK, aset industri asuransi pada Januari 2026 mencapai Rp1.214,82 triliun atau naik 5,96 persen year on year (yoy) dari bulan yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp1.146,47 triliun. Pertumbuhannya lebih tinggi lagi di Februari 2026, yakni naik sebesar 6,80 persen yoy, dari Rp1.141,71 triliun per Februari 2025 menjadi Rp1.219,35 triliun pada Februari 2026.

Pada Maret 2026 nilai aset industri asuransi mencapai Rp1.195,75 triliun atau naik 4,38 persen yoy dari bulan yang sama di tahun sebelumnya, yaitu Rp1.145,63 triliun. Kemudian pada April 2026 aset industri asuransi mencapai Rp1.202,16 triliun atau naik 3,39 persen yoy dari periode yang sama di tahun sebelumnya.

Sementara itu pada Mei 2026, nilai total aset industri asuransi mencapai Rp1.197,04 triliun, meningkat 2,87 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan per Juni 2026, nilai total aset industri asuransi mencapai Rp1.184,72 triliun atau naik 1,86 persen yoy dari bulan yang sama di tahun sebelumnya.

Namun perlu diingat bahwa data OJK di atas merupakan gabungan dari aset industri asuransi komersial dan non komersial. OJK memang membagi dua jenis industri asuransi di Indonesia dalam dua kelompok tersebut. Asuransi komersial terdiri dari asuransi jiwa (konvensional dan syariah), asuransi umum (konvensional dan syariah), serta reasuransi (konvensional dan syariah). Sedangkan asuransi non komersial terdiri dari Taspen, Asabri, BPJS Kesehatan, dan BPJS Ketenagakerjaan.

Berdasar data OJK di atas, secara keseluruhan aset industri asuransi tumbuh tiap bulannya secara tahunan. Sekarang mari kita lihat data aset industri asuransi komersial di periode yang sama.

Pada Januari 2026, total aset asuransi komersial mencapai Rp995,19 triliun atau naik 7,48 persen yoy. Kemudian di Februari 2026, total aset asuransi komersial mencapai Rp999,15 triliun atau naik 8,57 persen yoy. Sedangkan di Maret 2026, total aset asuransi komersial mencapai Rp977,53 triliun atau naik 5,64 persen yoy.

Selanjutnya pada April 2026, nilai total aset asuransi komersial tercatat sebesar Rp984,20 triliun atau naik 4,65 persen yoy. Untuk data Mei 2026, total aset asuransi komersial mencapai Rp977,81 triliun atau naik 4,05 persen yoy. Sedangkan per Juni 2026, total aset asuransi komersial sebesar Rp967,75 triliun atau naik 2,97 persen yoy.

Dengan demikian jelas bahwa berdasar nilai total aset, baik secara keseluruhan maupun dari asuransi komersial, setiap bulannya mengalami peningkatan yoy. Artinya nilai aset meningkat dibandingkan dengan bulan (atau periode) yang sama di tahun sebelumnya.

Sekarang mari kita lihat indikator berikutnya, yakni premi asuransi komersial. Pendapatan premi asuransi komersial pada periode Januari 2026 tumbuh 4,67 persen yoy. Pada Februari 2026 pendapatan premi asuransi komersial tumbuh 3,50 persen yoy.

Pendapatan premi asuransi komersial pada periode Maret 2026 tumbuh 0,74 persen yoy. Sedangkan pada Mei 2026, premi asuransi komersial tumbuh 0,67 persen. Adapun pada Juni 2026 pendapatan premi asuransi komersial tumbuh 2,84 persen yoy.

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post CFO Award dan Tantangan yang Kian Berat

Member Login

or