1
1

CFO Award 2026 Media Asuransi

Plt. Direktur PT Media Asuransi Indonesia S. Edi Santosa. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Perusahaan asuransi dan reasuransi (konvensional) telah menyampaikan laporan keuangan tahun 2025 sesuai format PSAK 117, pada pertengahan 2026. Implementasi PSAK 117 menjadi salah satu agenda terbesar industri asuransi karena beberapa perubahan fundamental berlangsung hampir bersamaan.

Di luar implementasi PSAK 117, tahun 2025 lalu merupakan tahun yang berat bagi industri asuransi. Hal itu juga terlihat dari data-data pertumbuhan premi yang disampaikan oleh asosiasi, baik Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) maupun Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

AAJI melaporkan bahwa sepanjang 2025, industri asuransi jiwa mencatatkan total pendapatan premi sebesar Rp181,27 triliun, turun 1,8 persen secara tahunan (year on year/yoy). Namun total pendapatan mengalami peningkatan 9,3 persen yoy menjadi Rp238,71 triliun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp218,39 triliun. Total pendapatan industri yang melonjak ditopang kuat oleh peningkatan hasil investasi yang mencapai Rp47,32 triliun sepanjang 2025.

Sementara AAUI melaporkan pendapatan premi industri asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp120,83 triliun sepanjang tahun 2025, tumbuh 2,7 persen yoy. Sementara total aset mencapai Rp260,98 triliun atau naik 7,4 persen yoy. Laba setelah pajak mencapai Rp15,82 triliun. Total investasi tumbuh 8,9 persen menjadi Rp131,44 triliun. Pertumbuhan ini menunjukkan fundamental industri yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Media Asuransi menyadari bahwa di balik keberhasilan perusahaan-perusahaan tersebut membukukan kinerja yang bagus, ada sosok Chief Financial Officer (CFO) atau Direktur Keuangan yang bertugas menjaga efisiensi operasional perusahaan dibarengi kepatuhan terhadap peraturan dari regulator.

Oleh karena fokusnya pada tugas sebagai penanggung jawab bidang keuangan (finansial) perusahaan, maka indikator yang digunakan untuk penilaian meliputi:
profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, efisiensi biaya, kualitas investasi, dan kualitas pelaporan.

Pada tahun ini, Media Asuransi memberikan penghargaan khusus kepada para CFO atas kontribusinya menjaga kinerja keuangan perusahaan. Penilaian dilakukan oleh Dewan Juri CFO Award 2026 Media Asuransi, berdasar hasil riset yang dilakukan oleh Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) bersama Infovesta.

Penilaian dilakukan berbasis data publik, yakni semua KPI (key performance index) bersumber dari laporan keuangan yang dipublikasikan. Sesuai standar akuntansi baru yakni PSAK 117, maka penilaian menggunakan metrik baru yang meliputi ISR Margin dan CSM Growth.

Dalam proses penilaiannya, dilakukan per kategori (kelompok) aset dan per segmen industri yakni asuransi jiwa, asuransi jiwa syariah, asuransi umum, asuransi umum syariah, dan reasuransi.

Media Asuransi berharap, diselenggarakannya CFO Award 2026 ini dapat memberikan apresiasi kepada CFO perusahaan asuransi dan reasuransi yang dinilai berprestasi dalam mengelola keuangan perusahaannya selama periode penilaian. Selain itu, mengedukasi masyarakat dan eksekutif bahwa di balik kesuksesan sebuah perusahaan dalam mencapai kinerja, ada sosok CFO yang berperan besar dalam meraih pencapaian tersebut.

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Indikator dan Cara Penilaian Chief Financial Officer Award 2026
Next Post Ganti Rugi Pertanggungan (Lanjutan 11)

Member Login

or