1
1

BEDAH SAHAM: Mencermati Faktor Penentu Kinerja Keuangan INCO

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. | Foto: vale.com

Media Asuransi, JAKARTA – Mirae Sekuritas menginisiasi coverage terhadap saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan rekomendasi trading buy dan target harga Rp6.300 per saham seiring dengan kinerja pendapatan yang diperkirakan tumbuh tipis.

Melalui Daily Write Up bertajuk Vale Indonesia (INCO IJ/Initiate) – Pure nickel player that emphasize on sustainability, analis Mirae Sekuritas Rizkia Darmawan menjelaskan INCO adalah perusahaan penambangan dan pemurnian bijih nikel dengan wilayah konsesi yang luas di Sulawesi. Perusahaan ini memproduksi 73.000 ton nikel matte per tahun dengan kandungan nikel yang tinggi.

INCO juga merupakan perusahaan penambang yang berkelanjutan dan menjual nikel matte-nya dengan harga premium. “Saat ini, INCO sedang mengembangkan beberapa proyek penambangan nikel dengan para pemain global terkemuka untuk menghasilkan produk nikel terkait EV.”

|Baca juga: PT Vale Kembangkan Blok Pomalaa

Dia menerangkan prospek keuangan INCO untuk 2023-2024 tergantung pada harga nikel global dan biaya energi. Rizkia memperkirakan pendapatan akan tumbuh sedikit pada tahun 2023, tetapi menurun pada tahun 2024 karena ASP yang lebih rendah. EBITDA diperkirakan mencapai US$532 juta pada tahun 2023 dan US$497 juta pada tahun 2024, dengan margin EBITDA masing-masing 43,4% dan 41,2%.

“Laba bersih diproyeksikan mencapai US$262 juta pada tahun 2023 dan US$233 juta pada tahun 2024, dengan margin laba masing-masing 21,3% dan 19,3%.”

Lebih lanjut, dia memperkirakan INCO akan merilis hasil kuartal III/2023 pada tanggal 26 Oktober. Menurutnya, pendapatan mungkin datar karena volume penjualan yang lebih tinggi diimbangi oleh ASP yang lebih rendah. Biaya tunai diperkirakan akan sedikit meningkat, yang menyebabkan kontraksi margin.

“Kami menginisiasi coverage kami terhadap INCO dengan rekomendasi Trading Buy dan TP Rp6.300 per saham. INCO saat ini diperdagangkan dengan diskon, tetapi potensi kenaikannya terbatas hingga proyek-proyek barunya beroperasi pada tahun 2026.”

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Selama 9 Bulan 2023, BRI Cetak Laba Rp44,21 Triliun
Next Post MARKET REVIEW: IHSG Bertahan di Zona Hijau Meski Terjadi Net Sell Asing

Member Login

or