Media Asuransi, JAKARTA – Meningkatnya kesadaran generasi muda terhadap prinsip syariah dinilai menjadi peluang bagi perkembangan industri asuransi syariah di Indonesia. Pemahaman generasi muda mengenai pentingnya prinsip halal dalam aktivitas keuangan juga dinilai semakin berkembang seiring meluasnya ekosistem ekonomi halal.
|Baca juga: PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Raih Peringkat Tiga
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) sekaligus Chief Executive Officer PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah, Fauzi Arfan, mengatakan bahwa tren kesadaran syariah di kalangan anak muda menunjukkan perkembangan positif.
Menurutnya, meningkatnya pemahaman tersebut dapat menjadi fondasi untuk memperluas dukungan terhadap industri keuangan syariah, termasuk asuransi syariah.
“Generasi muda itu lebih melek syariah. Jadi, artinya pattern untuk support industri syariah itu semakin hari semakin besar,” ujar Fauzi Arfan dalam sesi doorstop pada acara Sharia Insurance Convention & Awards (SICA) 2026 yang diselenggarakan di Grand Ballroom, Swissôtel Jakarta PIK Avenue, dikutip Senin, 12 Oktober 2026.
|Baca juga: AASI Perkuat Kapasitas dan Apresiasi Tenaga Pemasar Asuransi Syariah melalui SICA 2026
Dirinya menilai pengembangan industri asuransi syariah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak untuk meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat. Upaya tersebut perlu dilakukan secara bersama-sama karena membangun pemahaman mengenai prinsip syariah bukanlah proses yang mudah.
Fauzi menambahkan, tumbuhnya kesadaran generasi muda terhadap prinsip syariah merupakan langkah awal yang positif. Dengan pemahaman tersebut, masyarakat diharapkan semakin mempertimbangkan aspek halal dalam memilih produk dan layanan keuangan.
Ia juga menyoroti perkembangan ekosistem halal di Indonesia yang kini tidak lagi terbatas pada sektor makanan dan minuman. Konsep halal telah meluas ke berbagai bidang, termasuk ekonomi dan layanan keuangan, sehingga membuka ruang bagi industri keuangan syariah untuk berkembang.
|Baca juga: Ketum AASI Dorong Profesionalisme Tenaga Pemasar Asuransi Syariah
“Yang dulunya mereka berpikir halal itu lebih pada makanan saja, tapi sekarang sudah ada halal vision, ekonomi halal, itu sudah mulai merambah secara signifikan. Saya rasa itu pattern positif, itu tren positif,” ungkapnya.
Menurut Fauzi, perluasan pemahaman mengenai ekosistem halal menjadi sinyal positif bagi industri asuransi syariah. Namun, momentum tersebut perlu diikuti dengan edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat, khususnya generasi muda, semakin memahami prinsip dan manfaat perlindungan berbasis syariah.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

