Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di akhir pekan, Jumat, 23 Oktober 2026. IHSG bertambah 51,35 poin atau 0,95 persen ke 5.439,25 pada akhir perdagangan Jumat.
|Baca juga: IHSG Terus Melaju di Sesi I
Sebanyak 477 saham naik, 187 saham turun dan 129 saham stagnan. Total volume perdagangan saham di bursa hari ini mencapai 43,45 miliar saham, dengan total nilai Rp15,31 triliun.
Penguatan IHSG terjadi saat bursa saham AS, Wall Street, pada perdagangan Kamis tertekan akibat aksi jual saham berbasis teknologi, serta kenaikan kembali harga minyak dunia. Kejatuhan indeks Wall Street turut menyeret indeks saham-saham negara Asia hari ini.
|Baca juga: BI Komitmen Jaga Inflasi di Tengah Gejolak Global, Begini Strateginya!
Harga minyak mentah ditutup melonjak hingga 4 persen ke level tertinggi lima bulan setelah serangan Houthi di Arab Saudi memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi dari wilayah pengekspor utama tersebut.
Kenaikan IHSG Jumat memperpanjang reli IHSG menjadi empat sesi berturut-turut, didukung penguatan saham-saham sektor energi, siklikal, industri, dan infrastruktur.
|Baca juga: IHSG Masih Menghijau di Perdagangan Kamis
Sentimen pasar pada IHSG ditopang oleh langkah reformasi yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI). Salah satu kebijakan yang akan diterapkan mulai 2 November mendatang adalah mengecualikan saham yang dikategorikan memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration) dari perhitungan indeks komposit.
Langkah sejumlah emiten yang akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback menunjukkan prospek bursa saham Indonesia masih sangat baik.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

