Media Asuransi, JAKARTA – Industri modest fashion memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Selain menjadi daya tarik belanja, industri ini turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, peragaan busana, pameran, hingga bisnis penyelenggaraan acara.
|Baca juga: Kemenpar Beri Bantuan Pemulihan Dusun Sade
Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardana dalam sambutannya pada Opening Ceremony IN2MOTIONFEST di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu, 14 Oktober 2026.
Menurut Widiyanti, penyelenggaraan acara modest fashion dapat menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia. Berbagai kegiatan yang menyertainya juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha di sejumlah sektor.
“Sebagai destinasi belanja, modest fashion itu membuka ekonomi perhotelan, kuliner, fashion show, pameran, dan bisnis acara. Ini menarik wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menyoroti posisi Indonesia dalam industri modest fashion global. Mengacu pada State of the Global Islamic Economy Report, Indonesia mencatatkan kinerja unggul dalam sektor modest fashion.
Sementara itu, belanja konsumen Muslim global untuk produk fesyen diproyeksikan mencapai US$433 miliar pada 2028. Potensi tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing industri fesyen Muslim sekaligus memperluas pasar produk lokal.
|Baca juga: BI Dorong Ekosistem Modest Fashion Terintegrasi untuk Tembus Pasar Global
Widiyanti menambahkan, pengembangan modest fashion tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan bisnis, tetapi juga menjadi sarana untuk mempromosikan kekayaan budaya dan destinasi pariwisata Indonesia kepada dunia.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

