1
1

Pengembangan Keuangan Syariah Jangan Andalkan Sentimen Emosional

Peluncuran Sompo Syariah di Al Jazeera Restaurant, Rabu, 21 Oktober 2026. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Industri keuangan syariah Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang. Namun, penguatan industri perlu didukung strategi yang tepat dan tidak hanya mengandalkan sentimen emosional masyarakat. Ketua Dewan Pengawas Syariah Sompo Syariah, Achmad Riawan Amin, menilai perbandingan tingkat inklusi dan literasi keuangan syariah menunjukkan adanya peluang yang perlu dioptimalkan oleh pelaku industri.

|Baca juga: Sompo Syariah Dorong Literasi untuk Tingkatkan Pemahaman Asuransi Syariah

“Terkait syariah ini yaitu bahwa tingkat inklusi syariah secara keseluruhan itu hampir mencapai 50 persen dari literasinya. Jadi pengertian masyarakat itu dua kali lipat daripada kenyataannya. Ini bisa dilihat gelas setengah kosong, bisa dilihat gelas setengah penuh. Menurut saya ini potensi yang sangat besar,” ujar Achmad dalam acara Press Conference dan Grand Launch Sompo Syariah di Al Jazeera Restaurant, Rabu, 21 Oktober 2026.

Meski melihat peluang besar, ia mengingatkan industri agar tidak terus bergantung pada pendekatan emosional dalam menjangkau pasar. Pelaku industri perlu mengembangkan strategi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

|Baca juga: Sompo Syariah Resmi Beroperasi, Perkuat Komitmen di Industri Asuransi Indonesia

“Tapi yang perlu sangat kita perhatikan adalah ini berkembang terus, tapi kita tidak boleh bertahan di paradigma emosional market,” tegasnya. Menurutnya, potensi tersebut perlu diimbangi dengan penguatan layanan dan manfaat nyata agar industri keuangan syariah dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Editor: Irdiya Setiawan

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Rupiah Tertekan, BI Siapkan 3 Amunisi Kebijakan untuk Jaga Stabilitas
Next Post BI Pastikan Operasi Moneter Valas Tidak Ganggu Cadangan Devisa

Member Login

or