Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan bergerak menguat setelah berhasil menguat tipis pada perdagangan akhir pekan lalu sebesar 0,13%.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG bergerak melanjutkan penguatan setelah berhasil membentuk pola whipsaw di level support MA20 dan MA5 sebagai level support bullish tren jangka panjang saat ini. 

Dia menjelaskan, indikator stochastic bergerak terkonsolidasi dengan potensi yang masih terlihat dari momentum bullish indikator RSI. “Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak menguat menguji resistance fractal-nya dengan support resistance 6.300-6.387,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Senin, 22 Maret 2021. 

Baca juga: Berkah Beton Raih Dua Kontrak Senilai Rp416 M Berdurasi 5 Tahun

Menurutnya, saham-saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ACES, AKRA, BBCA, MAPI, PGAS, dan UNVR.

Pada akhir pekan lalu, IHSG (+0,13%) ditutup menguat menjelang akhir sesi perdagangan sebesar 8,33 poin ke level 6.356,16 dengan saham-saham di sektor Konsumsi (+2,47%) dan Industri dasar (+0,99%) naik signifikan pada sesi kedua. 

Baca juga: Pendapatan Indocement (INTP) Tergerus 11,01 Persen Menjadi Rp14,18 T

Saham HMSP (+6,6%), UNVR (+2,3%), GGRM (+3,2%) dan INDF (+3,2%) di saat kepercayaan investor meningkat untuk jangka yang lebih panjang dan mengurangi porsi spekulasi pada saham-saham yang menjadi penggerak IHSG sejak pemulihan ekonomi tahun lalu dan potensi pertumbuhan inflasi serta tingkat kepercayaan konsumen akibat Bank Indonesia menahan suku bunga rendah, saat ini menjadi salah satu faktor pertimbangan saham-saham sektor konsumsi kembali dilirik investor.

Sementara itu, Bursa Asia ditutup cenderung melemah dengan penurunan pada indeks Nikkei (-1,41%), Hang Seng (-1,41%) dan CSI300 (-2,62%) turun lebih dari sepersen kecuali indeks TOPIX (+0,18%) naik tipis di zona positif. Setelah adanya kebijakan yang konservatif untuk menahan suku bunga AS mendekati nol oleh The Fed membuat investor mempertimbangkan risiko inflasi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.  

Baca juga: Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan

Adapun, Bursa Eropa menutup pekan dengan melemah. Indeks Eurostoxx (-0,79%), FTSE (-1,05%), DAX (-1,05%) dan CAC40 (-1,07%) turun lebih dari sepersen. Saham-saham teknologi memimpin pelemahan di sebagian besar ekuitas dunia. Indeks AS ditutup turun dengan indeks DJIA (-0,71%) dan S&P500 (-0,06%) turun. 

“Investor mempertimbangkan risiko inflasi dengan pertumbuhan ekonomi yang semakin cepat. Minyak mentah West Texas Intermediate naik 2,5% menjadi US$61,48 per barel, kenaikan pertama dalam lebih dari seminggu dan kenaikan terbesar dalam 2 minggu.” Aca