Reliance Sekuritas: IHSG Dibayangi Profit Taking

Media Asuransi – Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diperkirakan berpotensi kembali tertahan akibat dibayangi aksi profit taking setelah menguat dalam beberapa hari terakhir.

Head of Research Equity Technical Analyst PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG bergerak membentuk pola konsolidasi yakni 2 star in the north yang sedang uji upper bollinger bands

Dia menjelaskan indikator stochastic overbought dengan momentum RSI yang telah cukup tinggi. “Sehingga secara teknikal IHSG berpotensi bergerak kembali tertahan dibayangi aksi profit taking dengan support resistance 6.342-6.412,” katanya melalui riset harian yang dikutip Media Asuransi, Kamis, 4 Maret 2021. 

Baca juga: Pandemi Covid-19, Game Changer bagi Pasar Saham

Menurutnya, saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal di antaranya; ACES, ADRO, ASII, ERAA, HRUM, INCO, dan TINS.

Kemarin, IHSG (+0,28%) naik 17,55 poin ke level 6.376,76 dengan saham-saham di sektor aneka Industri (+1,67%) dan Keuangan (+1,16%) naik lebih dari sepersen. Investor berekspektasi relaksasi pajak pemerintah akan memicu pertumbuhan bisnis di sektor automotif dan properti. 

“Kepercayaan investor domestik masih cenderung kuat di tengah prospek pemulihan yang lebih cepat pada ekonomi Indonesia yang telah didukung kuat oleh kebijakan pemerintah.”

Baca juga: 

Sementara itu, ekuitas Asia bergerak menguat di tengah pelemahan ekuitas global akibat aksi ambil untung investor dan kekhawatiran bubble ekuitas. Indeks Nikkei (+0,51%), TOPIX (+0,51%), Hang Seng (+2,70%) dan CSI300 (+1,92%) naik cukup optimistis mengiringi penguatan ekuitas berjangka AS yang rebound.

Adapun, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan menguat. Indeks Eurostoxx (+0,77%), FTSE (+1,24%), DAX (+0,94%) dan CAC40 (+0,87%) naik mendekati sepersen di awal sesi perdagangan. Ekuitas di Inggris mengungguli ekuitas Eropa lain setelah kanselir bendahara Inggris Rishi Sunak memperpanjang stimulus untuk pekerja sebelum menyajikan anggaran negara. 

“Investor tetap waspada terhadap lonjakan tekanan inflasi yang meluas yang dapat mengguncang kepercayaan dengan mengurangi janji dari bank sentral untuk menjaga kebijakan moneter tetap longgar.” Aca