Sejahtera Bintang (SBAT) & LDA Capital Jajaki Kerja Sama Investasi Rp125 Miliar

Media Asuransi – Emiten tekstil, PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) menandatangani perjanjian investasi dengan grup investasi global asal Amerika Serikat, LDA Capital, pada 17 Maret 2021. Sebagai bagian dalam perjanjian ini, LDA Capital akan mengucurkan investasi kepada PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk (SBAT) mencapai Rp125 miliar.

Direktur Utama Sejahtera Bintang Abadi Textile Jefri Junaedi mengatakan, dalam upaya mengembangkan pangsa pasar Eropa, perseroan akan memanfaatkan portofolio LDA Capital yang telah berpengalaman lebih dari 200 transaksi di pasar saham dan swasta di 42 negara di dunia dengan nilai transaksi agregat LDA Capital mencapai lebih dari US$10 miliar.

“Kerja sama dengan LDA Capital akan menjadi terobosan baru bagi perseroan dalam ekspansi, apalagi setelah melihat track record LDA Capital dalam berinvestasi di beberapa tahun ini,” kata Jefri dikutip dalam siaran tertulisnya di Jakarta, Selasa, 16 Maret 2021.

Baca Juga: 

Menurut Jefri, penjajakan kerja sama dengan LDA Capital dalam sebuah kesepakatan komitmen investasi setara dengan Rp125 miliar rupiah ini sangat dibutuhkan perseroan guna mengembangkan usaha dan pasarnya hingga Eropa.  Terlebih, perseroan sejak 2019 telah  berhasil menembus pangsa pasar Eropa.

“Sejak tahun 2019, produk utama kami, benang untuk sarung tangan telah berhasil menembus pasar Eropa. Setiap tahun, kami mendapat permintaan dari negara -negara baru di Eropa, seperti Rusia, Estonia, dan Bosnia & Herzegovina. Sayangnya, kami harus menolak beberapa permintaan tersebut akibat keterbatasan kapasitas produksi saat ini,” katanya.

Kerja sama dengan LDA Capital ini akan menjadi sebuah terobosan baru bagi Sejahtera Bintang Abadi Textile demi menambah lebih banyak lagi kapasitas produksi dan meningkatkan pangsa pasar ke negara maju di Eropa.

Kerja sama dengan LDA Capital ini, lanjut Jefri diharapkan dapat memaksimalkan pangsa pasar Eropa dan mampu menambah portofolio negara tujuan ekspor dan juga peningkatan produksi untuk memenuhi tingginya permintaan pasar saat ini.

“Kami merupakan perusahaan tekstil pertama di Indonesia yang menggunakan limbah tekstil sebagai bahan baku utama untuk membuat benang. Dan hingga saat ini, produk kami telah diekspor ke 25 negara di seluruh dunia,” pungkasnya. One