Sepanjang 2020, Laba Bersih Wijaya Karya (WIKA) Anjlok 92 Persen

Media Asuransi – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan kinerja negatif hingga kuartal IV/2020. Laba bersih perseroan anjlok 91,87 persen menjadi Rp185,76 miliar dibanding 2019 sebesar Rp2,28 triliun. Menurunnya kinerja perseroan sejalan dengan menurunnya sebagian besar pos pendapatan perseroan

Manajemen WIKA mengatakan, perseroan mencatatkan pendapatan hingga kuartal IV/2020 tercatat mencapai Rp16,53 trilliun atau turun 39,23 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp27,21 triliun. Catatan tersebut dikontribusi oleh pendapatan perseroan dari infrastruktur dan gedung, industri beton, energi dan industrial plant serta realty dan properti.

“Hingga kuartal IV/2020, pendapatan infrastruktur dan gedung tercatat sebesar Rp8,49 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp17,58 triliun. Pendapatan industri beton tercatat Rp5,06 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp4,27 triliun, pendapatan energi dan industrial plant tercatat Rp2,44 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp3,91 triliun. Sedang realty dan properti tercatat Rp533,04 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,43 triliun,” kata Manajemen WIKA dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin 29 Maret 2021.
 
Baca Juga:
 

Manajemen mencatat, perseroan mencatatkan beban pokok pendapatan hingga kuartal IV/2020 menjadi Rp15,01 triliun atau turun dari periode sama tahun sebelumnya Rp23,73 triliun. Beban umum dan administrasi juga mengalami penurunan menjadi Rp883,29 miliar dari sebelumnya Rp917,35 miliar dan beban penjualan menurun menjadi Rp11,27 miliar dari sebelumnya Rp13,18 miliar.

Dari sisi lainnya, perseroan mencatatkan liabilitas sebesar Rp51,45 triliun dan ekuitas sebesar Rp16,65 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp68,10 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp62,11 triliun.

“Perseroan juga mencatatkan kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat Rp141,27 miliar, kas bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp5,05 triliun, dan kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp9,47 triliun,” katanya. One