Kick off 2021 Pemasar Asuransi di Tengah Pandemi Covid-19

Kolaborasi apik antara perusahaan asuransi dan tenaga pemasar menjadi salah satu kunci utama keberlangsungan bisnis ke depan. Kanal distribusi keagenan masih menjadi ujung tombak bagi banyak perusahaan asuransi jiwa maupun umum. Melalui agenda tahunan Kick off yang umumnya diadakan di awal tahun, perusahaan asuransi menyampaikan sejumlah strategi dan inovasi kepada para agennya. Sejauh mana perusahaan mempersiapkan para pemasarnya untuk menjalankan rencana bisnis 2021 di tengah pandemi Covid-19 ini?

Memasuki awal 2021, sejumlah perusahaan asuransi telah melakukan konsolidasi dengan para tenaga pemasarnya melalui kegiatan yang dinamakan Kick off. Hal ini pula yang dilakukan Allianz Life Indonesia dengan menggelar acara Allianz Star Network (ASN) Kick off 2021 secara virtual dan online pada 12-13 Januari 2021. Acara tersebut sekaligus juga memperingati 10th Anniversary ASN. Acara diikuti 12.000 mitra bisnisnya.

Chief Agency Officer Allianz Life Indonesia Ginawati Djuandi dalam sambutannya mengemukakan, hingga Desember 2020, tercatat ada 29.000 agen Allianz Life Indonesia yang telah berperan penting sebagai ujung tombak perusahaan dalam menyebarluaskan pentingnya perlindungan asuransi kepada masyarakat Indonesia.

Ginawati, seorang dokter lebih memilih profesi di asuransi ini, mengungkapkan pencapaian yang sangat baik dari kanal distribusi keagenan Allianz Life Indonesia dapat diraih berkat komitmen yang kuat dan kerja keras seluruh elemen perusahaan dan mitra bisnis selama ini. “Terlepas dari tantangan di masa pandemi Covid-19, ASN berhasil melalui tahun 2020 dengan pertumbuhan positif. Pondasi kokoh yang dibangun ASN selama 10 tahun terakhir merupakan aset berharga bagi perseroan dan menjadi motivasi untuk terus bertumbuh di tahun 2021 yang masih penuh tantangan,” katanya.

Adapun kunci strategis mengenai keberhasilan Allianz Life Indonesia, menurut Ginawati, adalah dengan melahirkan sarana sistem digital yang inovatif dan transformatif untuk terus memberikan perlindungan kepada nasabah. Kemudahan dan kenyamanan yang disediakan perusahaan dimulai sejak mitra bisnis menggunakan digital sales tools untuk membantu nasabah memilih perlindungan yang tepat dan sesuai kebutuhan. “Perseroan telah menyediakan portal nasabah online yang dapat diakses dengan mudah kapan pun dan di mana pun, sampai dengan layanan pengajuan klaim secara online,” jelasnya.

Sejak tahun 2018, ungkap dia, Allianz Life Indonesia memfasilitasi generasi milenial yang ingin membangun kemampuan entrepreneurship melalui program rekrutmen Im A Life Changer. Hal ini sebagai salah satu langkah strategis untuk mengantisipasi dan mengoptimalkan pertumbuhan pasar di masa depan. Saat ini, tercatat 62% dari total mitra bisnis adalah generasi milenial.

Pelaksanaan Sales Kick off yang dilaksanakan PT Asuransi BRI Life secara virtual pada 29 Januari 2021, juga menjadi momentum penting bagi manajemen untuk menyampaikan strategi perusahaan dalam mencapai target sales di tahun berjalan. Review terhadap pencapaian-pencapaian serta performa perusahaan di tahun sebelumnya, menjadi poin penting dalam penyusunan strategi kerja tahun ini.

Direktur Utama BRI Life Iwan Pasila yang meresmikan Sales Kick off BRI Life 2021 memaparkan, seluruh karyawan di semua divisi harus bersinergi guna memberikan inisiatif positif dengan risiko yang terukur, sehingga kita bersama akan dapat berkolaborasi mencapai produktivitas tinggi dan kualitas terbaik.

“Terkait sales target 2021 Asuransi BRI Life, manajemen telah menetapkan pencapaian premi sebesar Rp5,57 triliun, fee based income senilai Rp520,7 miliar, dan premi lanjutan Rp1,47 triliun. Dengan semangat Aim High yang ada di dalam diri karyawan BRI Life, kita yakini sales target 2021 ini akan dapat dicapai melalui kerja keras semua bagian dan support dari semua pihak. Sehingga target tersebut dapat dicapai pada bulan September 2021 mendatang
dan akan melampauinya di akhir tahun 2021,” tutur Iwan Pasila.

Direktur Pemasaran dan Bisnis Syariah BRI Life Anik Hidayati menambahkan detail target utama yang dicanangkan perusahaan untuk menjadi 5 besar perusahaan asuransi berdasarkan market share GWP. “Kita memulai babak baru di tahun 2021 dengan mengoptimalkan kanal-kanal pemasaran, mengembangkan produk yang kompetitif, serta mengembangkan kualitas layanan yang prima,” jelasnya.

Menurut Anik, pada 2020 target premi secara keseluruhan memang tidak tercapai 100 persen, karena ada kanal bisnis yang terkena dampak pandemi Covid-19 yakni bisnis Asuransi Jiwa Kredit. Tetapi berkat kerja keras bersama, kekurangan tersebut bisa ditutup melalui bisnis IBS (bancassurance) yang naik dari target Rp1,4 triliun menjadi  Rp1,7 triliun. Berdasarkan kondisi pertumbuhan ini, manajemen sangat yakin target premi perusahaan yang telah ditetapkan di tahun 2021, akan dapat dicapai oleh tim sales lebih cepat. Terutama ditunjang kolaborasi dengan produk aplikasi digital guna menunjang kemudahan sales dalam menjual produk.

Anik pun mengajak para peserta forum untuk berfokus pada pemahaman dan evaluasi atas optimalisasi lima kanal bisnis, yakni; In Branch, Distribusi, Alternatif, Corporate, dan Agency.

Upaya serupa juga dilakukan Asuransi Astra dengan menyelenggarakan Kick off Marketing 2021 dengan tema RESILIENT secara online pada 15 Januari 2021. CEO Asuransi Astra Rudy Chen mengatakan, perusahaan mampu menjaga kepercayaan pelanggan dan survive di tengah situasi yang menantang pada 2020, tidak terlepas dari peran Mitra Garda Oto (MGO) yang terus bersinergi bersama dengan menunjukkan kinerja secara maksimal.

Jalinan kemitraan yang sudah berjalan selama 15 tahun, lanjut Rudy, menjadi bukti bahwa Garda Oto dari Asuransi Astra telah dipercaya sebagai produk perlindungan kendaraan dengan kualitas layanan terbaik. Sebagai apresiasi atas 15 tahun kemitraan dan kinerja seluruh MGO dalam mengembangkan jaringan kemitraan Garda Oto, Asuransi Astra menyelenggarakan MGO Victory Parade 2020 & Kick off Marketing 2021.

“Diharapkan para Mitra Garda Oto bisa bangkit dan menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan, kondisi, dan perubahan pada saat ini. Agenda tahunan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas dan mendukung soliditas para agen sehingga bisa melakukan penetrasi ke pasar yang lebih luas,” papar Rudy.

Dalam ajang MGO Victory Parade 2020, Asuransi Astra mengumumkan 9 orang MGO yang di 2020 berhasil meraih premi bruto sebesar minimal Rp150 juta dan mendapat penghargaan “End Year Trip 2020 Thailand”. Asuransi Astra juga menetapkan 15 MGO dengan pendapatan total premi bruto minimal Rp500 juta sebagai penerima penghargaan “End Year Trip 2020 Spain”.

Kelima belas MGO ini, menurut Rudy, juga berhasil dalam melakukan program rekrutmen. Pada kesempatan ini, Asuransi Astra memberikan penghargaan Best MGO 2020 kepada agent terbaik yaitu Wiwi Herawati Lionggosari, Dwi Noor Susanti, dan Firman Kurnia Pratama serta Best of The Best MGO 2020 kepada Wiwi Herawati Lionggosari.

Rudy mengatakan penghargaan tersebut sebagai wujud apresiasi atas performa para mitra dalam setahun terakhir dan perannya membantu mengembangkan jaringan perusahaan di berbagai daerah meskipun dalam kondisi pandemi dan tetap memberikan service excellence kepada pelanggan. “Hal itu dibuktikan dengan jumlah mitra yang tersertifikasi saat ini mencapai 983 agen yang tersebar di seluruh kota cabang Asuransi Astra dan tingkat retensi customer yang dapat dipertahankan,” ungkapnya. Wahyu Widiastuti