Media Asuransi, Nusa Tenggara Barat – Pemulihan destinasi wisata pascabencana tidak hanya mencakup pembangunan kembali fasilitas yang terdampak, tetapi juga pemulihan aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya masyarakat setempat. Kedua aspek tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan kehidupan masyarakat sekaligus mempertahankan daya tarik destinasi wisata. Sejalan dengan hal tersebut, PT Jasaraharja Putera mengunjungi Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya pemulihan masyarakat pascakebakaran dan keberlanjutan pariwisata daerah.
Kunjungan tersebut dihadiri Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris dan Direktur Pemasaran PT Jasaraharja Putera Imam Hendrawan, didampingi Branch Manager Mataram Dian Syaiful dan Secretariat & PR Dept Head Adindha Karina Dewi. Sebagai bagian dari dukungan terhadap pemulihan masyarakat, PT Jasaraharja Putera sebelumnya telah memberikan bantuan berupa alat tenun untuk mendukung keberlangsungan aktivitas produktif masyarakat sekaligus menjaga kelestarian tradisi lokal Desa Adat Sade.

Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris menyampaikan bahwa pemulihan pascamusibah perlu memperhatikan keberlangsungan aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat. “Semangat Melayani Sepenuh Hati mendorong kami untuk hadir dan memberikan dukungan bagi masyarakat yang sedang menjalani proses pemulihan. Bagi kami, pemulihan tidak hanya berarti membangun kembali fasilitas yang terdampak, tetapi juga mendukung keberlangsungan aktivitas ekonomi dan pelestarian budaya masyarakat. Kami percaya bahwa kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung proses pemulihan yang berkelanjutan. Kami berharap upaya bersama ini dapat membantu masyarakat Desa Adat Sade bangkit dan terus menjaga warisan budayanya sebagai bagian dari kekayaan pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana bersama Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Wilayah II Kementerian Pariwisata Dwi Marhen Yono, serta Direktur Politeknik Pariwisata Lombok Ali Muhtasom. Kehadiran jajaran Kementerian Pariwisata dan para pemangku kepentingan lainnya mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam mendukung pemulihan destinasi wisata, menjaga kelestarian budaya, dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Dukungan lintas sektor juga terlihat melalui kehadiran perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, yakni Sekretaris Kementerian Susiwijono dan Asisten Deputi Pengembangan Pariwisata Herfan Brilianto Mursabdo. Dari pemerintah daerah, turut hadir Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhammad Iqbal, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri, Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena, dan jajaran Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah.

Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 40 dari total 75 rumah adat di Desa Adat Sade telah dibangun kembali dan terpasang atap. Pembangunan fasilitas umum, termasuk masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum, juga telah dimulai. Proses pemulihan difokuskan pada pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan tetap mempertahankan karakter budaya Desa Adat Sade.
Upaya pemulihan tersebut juga menunjukkan pentingnya pengelolaan risiko dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Sebagai perusahaan asuransi umum, PT Jasaraharja Putera memandang asuransi pariwisata sebagai salah satu instrumen perlindungan terhadap risiko. Perlindungan ini dapat melengkapi upaya peningkatan keselamatan dan mitigasi risiko dalam kegiatan pariwisata, yang perlu didukung kesiapsiagaan serta langkah pemulihan ketika terjadi bencana.
Melalui keterlibatannya dalam mendukung pemulihan Desa Adat Sade, PT Jasaraharja Putera berharap masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya serta terus menjaga warisan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas dan daya tarik pariwisata Indonesia. Sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, perusahaan berkomitmen untuk terus mendorong kepedulian sosial dan kolaborasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

