1
1

OJK Fokus Reformasi Asuransi dan Dana Pensiun

Pembicara Rountable on Insurance and Retirement Savings in Asia 2024 di Yogyakarta, 9 Juli 2024. | Foto: OJK

Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini fokus menerapkan reformasi untuk semakin memperkuat sektor asuransi dan dana pensiun. OJK juga tengah menyelesaikan berbagai permasalahan di industri asuransi dan dana pensiun, sekaligus mengembangkan serta memperkuat kedua sektor tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan bahwa reformasi sektor asuransi dan dana pensiun ini dipandu oleh empat pilar utama. Pertama, memperkuat modal dan pendalaman pasar. Kedua, meningkatkan tata kelola dan manajemen risiko. Ketiga, memperkuat ekosistem industri. Keempat, mengadopsi praktik terbaik dan standar internasional.

Hal ini disampaikan Mahendra Siregar saat membuka Rountable on Insurance and Retirement Savings in Asia 2024 yang diselenggarakan OJK, The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dan Asian Development Bank Institute (ADBI) di Yogyakarta, Selasa, 9 Juli 2024.

|Baca juga: OJK Meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024-2028

Dia jelaskan bahwa di sektor asuransi, OJK telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk memperkuat pengaturan dan pengawasan. Termasuk peraturan baru untuk mendorong peningkatan modal dan memperkenalkan pemeringkatan bagi perusahaan untuk mendorong pengembangan dan konsolidasi.

Sementara di sektor dana pensiun, OJK tengah menyelesaikan program wajib dan sukarela dalam koordinasi dengan pemerintah. “OJK dan industri dana pensiun telah meluncurkan peta jalan dana pensiun 2024-2028 kemarin untuk meningkatkan tingkat partisipasi, memperkuat tata kelola, meningkatkan sumber daya manusia, dan menciptakan ekosistem yang mendukung,” katanya dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu, 10 Juli 2024.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono, menyampaikan bahwa OJK secara konsisten terus melakukan upaya simultan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di industri asuransi dan dana pensiun, sekaligus mengembangkan serta memperkuat dua sektor tersebut.

“Untuk menyelesaikan masalah saat ini, strategi kami adalah mendorong penyelesaian lembaga jasa keuangan yang mengalami kesulitan, melakukan komunikasi publik dan mengantisipasi ketidakpastian,” kata Ogi.

Dia menambahkan bahwa sektor asuransi dan dana pensiun di Indonesia saat ini cukup kuat dan didukung oleh 144 perusahaan asuransi, 220 broker asuransi dan penilai kerugian, 199 dana pensiun swasta, empat penyelenggara program pensiun wajib dan jaminan sosial yang memberikan kontribusi signifikan pada stabilitas keuangan nasional.

|Baca juga: OJK Terbitkan Aturan tentang Dasar Penilaian Investasi Dana Pensiun

Sementara itu, Interim Chair OECD Insurance and Private Pension Committee (IPPC), Yoshihiro Kawai, menekankan pentingnya seluruh stakeholder mengatasi persoalan protection gaps atau kesenjangan perlindungan yang saat ini masih menjadi isu utama baik pada industri asuransi maupun dana pensiun.

Sedangkan Dean ADBI, Tetsushi Sonobe, menyampaikan pentingnya isu keberlanjutan pada asuransi dan dana pensiun di tengah-tengah risiko perubahan iklim saat ini.

Kegiatan diskusi selama dua hari ini mengangkat beberapa isu penting seperti pengembangan dan penguatan sektor asuransi di Asia, pengembangan dan penguatan sektor dana pensiun di Asia, peran asuransi dalam mendukung mitigasi perubahan iklim, peran asuransi dalam mitigasi risiko bencana banjir, dan kesenjangan perlindungan pada program pensiun.

Selain itu juga dibahas mengenai kesenjangan perlindungan pada asuransi bencana alam, tantangan program pensiun di Asia, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan sektor asuransi dan dana pensiun, serta peningkatan ketersediaan instrumen keuangan dan investasi jangka panjang untuk perusahaan asuransi dan dana pensiun. Sesi diskusi ini menghadirkan regulator, pengawas, akademisi, industri dan organisasi internasional.

Editor: S. Edi Santosa

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Angka Kecelakaan Akibat Alkohol Melonjak, ICA Desak Warga Australia Miliki Asuransi Perjalanan
Next Post AXA Group Dukung Penuh Rencana Infrastruktur Ketahanan Iklim dari IDF

Member Login

or