1
1

Igna Asia Sukses Gelar Seminar Kargo Internasional ke-4, Soroti Lonjakan Risiko Maritim di Tengah Volatilitas Geopolitik Global

Peserta Seminar Kargo Internasional Market Leaders Award berfoto bersama. | Foto: Igna Asia

Igna Asia perusahaan pialang reasuransi yang telah berdiri dari 2012 dan peraih sejak 2022 sampai saat ini, telah menyelenggarakan Seminar Kargo Internasional Market Leaders Award di bidangnya selama empat kali berturut-turut ke-4 di Le Méridien Hotel, Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Acara bergengsi ini mempertemukan para pemimpin dan praktisi di industri perasuransian untuk membahas eskalasi kompleksitas pada rantai pasok maritim. Mengusung tema “Navigating Coastal Challenges: Smarter Underwriting & Risk Insight for Tug, Barge & LCT Transport”. Kegiatan berskala internasional ini berperan sebagai wadah krusial dalam menghadapi disrupsi besar yang saat ini melanda pasar asuransi dan reasuransi internasional.

 

Menghadapi Risiko Geopolitik
Dalam pidato pembukaannya, Haris Abdul Bari, Presiden Direktur Igna Asia, memaparkan business challenges mendalam yang tengah dihadapi oleh sektor perasuransian global maupun Indonesia.

Haris menyoroti bahwa perluasan konflik geopolitik di Timur Tengah, khususnya perang yang telah melipatgandakan risiko industri secara eksponensial. Secara khusus, konflik regional ini telah memicu lonjakan tarif premi risiko perang (war risk) yang sangat tajam, mencapai lebih dari 500 persen. Eskalasi ini memicu lonjakan biaya premi dan klaim reasuransi global, serta memperparah volatilitas di pasar modal dan investasi.

Merefleksikan semangat global culture dan unity in diversity, di masa-masa penuh gejolak ini, seminar tersebut mengadopsi nuansa budaya Timur Tengah. Pihak penyelenggara dan para pembicara kompak mengenakan pakaian tradisional Pakistan, yang tidak hanya selaras dengan fokus diskusi geopolitik, tetapi juga menghormati latar belakang negara asal para pembicara utama. Tarian tradisional nuansa budaya Timur Tengah juga disajikan sebagai pembuka.

 

Koalisi Pakar Industri
Seminar ini berhasil menarik perhatian dengan total sebanyak 163 orang profesional perwakilan industri perasuransian hadir. Sebanyak 107 underwriter dari perusahaan asuransi umum, 19 orang perwakilan pialang asuransi, dan 15 orang perwakilan perusahaan reasuransi, berdampingan dengan perwakilan dari Asosiasi Penilai Kerugian Asuransi Indonesia (APKAI) dan perwakilan dari sektor penjaminan.

Seminar ini semakin diperkaya dengan kehadiran empat mitra luar negeri (overseas partners), termasuk Malaysian Re serta tim spesialis dari Beazley yang menangani Risiko Siber (Cyber Risk) dan Jewellery, Fine Art & Specie (JFAS).

Wawasan kepakaran disampaikan oleh narasumber yang otoritatif. Pidato utama (keynote speech) disampaikan oleh Yulius Bhayangkara, Ketua Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) yang juga Ketua Dewan Asuransi Indonesia (DAI).

Pemaparan teknis mendalam diberikan narasumber dari Beazley yang berbasis di Singapura, yaitu Said Khan, Regional Head of Cargo Asia Pacific, dan Marine Underwriter Liyana Dali. Closing statement disampaikan oleh Bayu Kristianto, Operation Director Igna Asia. Kesuksesan penyelenggaraan acara ini terwujud berkat dukungan penuh dari Askrindo selaku Sponsor Platinum, serta Tugure dan Tripakarta selaku SponsorGold.

 

Sinergi Praktisi dan Akademisi
Secara fundamental, seminar ini menggarisbawahi komitmen inti Igna Asia terhadap pembelajaran berkesinambungan (continuous learning), perbaikan berkelanjutan (continuous improvement), dan inovasi. Sebagai bagian integral dari program Client Relationship Management (CRM), perusahaan memprioritaskan pengembangan ekosistem underwriting yang agile, berlandaskan pada mitigasi risiko yang tepat serta standar kompetensi global dan SKKNI.

Pada seminar internasional tersebut juga dihadiri oleh para akademisi dari dua kampus besar di Jakarta. Prof. Dr. Mohamad Rizan, M.M., sebagai Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) UNJ, telah mengutus hadirnya perwakilan Program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Kelas Khusus Perasuransian, yang terdiri dari Prof. Dr. Puji Wahono, M.Si., Prof. Dr. Gatot N. Ahmad, M.Si, beserta Tim FEB UNJ lainnya. Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti juga mengirimkan perwakilan yang hadir pada sesi tersebut.

Pada seminar internasional tersebut diungkapkan bahwa pada awal 2026, telah terjadi sinergi antara praktisi dan akdemisi melalui kemitraan antara APPARINDO dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) dalam mendirikan Program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Kelas Khusus Perasuransian. Inisiatif ini dimotori oleh jajaran pimpinan APPARINDO, yaitu Yulius Bhayangkara beserta tim Apparindo.

Haris Abdul Bari dan Prof. Dr. Puji Wahono, M.Si., pada sesi masing-masing, telah menyampaikan bagaimana kiprah dan peran Dr. R. Muh. Deddy Hanif Sardjito sebagai seorang praktisi di Industri perasuransian, yang saat ini berkarya di Igna Asia, dalam berkolaborasi dan berkontribusi menghubungkan APPARINDO dengan FEB UNJ sehingga Program Doktor Manajemen Bisnis (DMB) Kelas Khusus Perasuransian dapat terwujud.

 

Langkah ke Depan
Igna Asia tetap berdedikasi untuk memperkokoh keberlanjutan (sustainability) dan ketahanan (resilience) pada lanskap perasuransian Indonesia. Perusahaan juga berencana untuk memperluas inisiatif pendidikannya dengan menyelenggarakan satu lagi seminar internasional pada tahun ini, yang akan berfokus pada asuransi Marine
Hull dan Protection and Indemnity (PCI).

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Masa Depan Industri Keuangan Ditentukan oleh Kualitas Talenta yang Disiapkan Hari Ini
Next Post OJK Catat Premi Komersial Tumbuh Tipis, Asuransi Jiwa Tertekan di Kuartal I/2026

Member Login

or