Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Life Indonesia meraih sejumlah penghargaan atas kinerja dana kelolaan hingga 2025. Hal itu sejalan dengan Allianz Indonesia membukukan total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp43,7 triliun yang termasuk dana kelolaan Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz.
Adapun total dana kelolaan tersebut mengalami pertumbuhan sebanyak 9,8 persen secara tahunan (YoY) berdasarkan laporan keuangan perusahaan 2025. Pada konteks itu, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif.
|Baca juga: KSSK Optimistis IHSG Bakal Bangkit Usai Ambruk di Kuartal I/2026
|Baca juga: Gunakan Pendekatan Investasi Disiplin, Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp43,7 Triliun di 2025
Adapun penghargaan atas kinerja dana kelolaan hingga akhir 2025 di antaranya Best Unit Link Award 2025 untuk Smartwealth Equity IndoGlobal Fund Kategori Saham IDR Konvensional Periode 5, 7, dan 10 Tahun dan Smartwealth Equity Indoasia Fund(USD) Kategori Saham USD Periode 10 Tahun.
Kemudian Smartwealth Dollar Multi Asset Fund Kategori Campuran USD Periode 5 Tahun, Smartwealth Dollar US Bond Fund Kategori Pendapatan Tetap USD Periode 3 Tahun, dan GroupLink Money Market Fund Kategori Pasar Uang IDR Konvensional Periode 5 Tahun.
Allianz Life Indonesia juga menerima lima penghargaan pada Unitlink Award 2025 dari Media Asuransi untuk Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds, Smartwealth Dollar US Bond Fund, GroupLink Money Market Fund, Smartwealth Equity Indoglobal Class B Fund, dan Smartwealth Dollar Multi Asset Fund.
|Baca juga: Hadapi El Nino Godzilla, Allianz Indonesia Perkuat Manajemen Risiko dan Disiplin Underwriting
|Baca juga: KSSK Waspadai Dampak Konflik Timur Tengah ke Ekonomi Global
Kemudian di 2026, Allianz Life Indonesia mendapatkan penghargaan pada Best Unit Link Award 2026. “Deretan penghargaan ini mencerminkan konsistensi pengelolaan dana dalam menghasilkan imbal hasil yang kompetitif dengan karakteristik risiko yang terjaga,” kata Ni Made Daryanti, dikutip dari keterangannya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Memasuki 2026, lanjutnya, Allianz Indonesia mempersiapkan strategi yang lebih selektif dengan menekankan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang terukur. “(Hal itu dilakukan) agar tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang nasabah,” pungkas Ni Made Daryanti.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

