1
1

Premi Asuransi Umum China Diramal Melesat Capai US$361 Miliar

Pemandangan dari atas kota Shanghai China. | Foto: freepick

Media Asuransi, GLOBAL – Industri asuransi umum China diperkirakan akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7,4% dari CNY1,6 triliun (US$237,2 miliar) pada tahun 2023 menjadi CNY2,3 triliun (US$361,0 miliar) pada tahun 2028 dalam hal premi bruto (GWP).

GlobalData, perusahaan data dan analitik terkemukamengungkapkan bahwa industri asuransi umum di China diperkirakan akan tumbuh sebesar 7,7% pada tahun 2023 dan 6,9% pada tahun 2024, didukung oleh peningkatan penjualan kendaraan, investasi dalam proyek infrastruktur, reformasi peraturan yang menguntungkan, tuntutan asuransi kesehatan, dan peningkatan pendapatan pasca-pandemi.

|Baca juga: Perusahaan Asuransi Umum Terbesar di China Luncurkan Asuransi Karbon

Swetansha Chauhan, Analis Asuransi di GlobalData menjelaskan setelah mengalami perlambatan pada tahun 2020 dan 2021 akibat Covid-19, industri asuransi umum China bangkit kembali pada tahun 2022 dan tumbuh sebesar 8,7%, yang berlanjut pada tahun 2023. Dengan dorongan pemerintah untuk bangkit kembali sektor utama perekonomian, industri asuransi umum tampaknya siap untuk tumbuh stabil selama lima tahun ke depan.”

Asuransi kendaraan bermotor merupakan lini bisnis terdepan, yang diperkirakan menyumbang 54,4% dari GWP asuransi umum pada tahun 2023. Pangsa asuransi kendaraan bermotor telah menurun dari 71,0% pada tahun 2017, karena perusahaan asuransi umum di Tiongkok mendiversifikasi portofolio mereka dan secara bertahap mengurangi jumlah GWP mereka. ketergantungan pada asuransi kendaraan bermotor untuk meningkatkan penetrasi di lini lain.

Pasar asuransi kendaraan bermotor di China diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,1% pada tahun 2023, didorong oleh peningkatan penjualan kendaraan yang tumbuh sebesar 8% dari Januari hingga Agustus 2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut Asosiasi Produsen Mobil China (CAAM).

|Baca juga: Pembaruan Pandangan Moody’s terhadap Industri Asuransi China

Dorongan pemerintah untuk menghidupkan kembali sektor otomotif dengan mengurangi pajak pembelian kendaraan bermesin kecil dan memperluas subsidi untuk kendaraan listrik (EV) hingga tahun 2027 akan mendukung pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor.”

Swetansha menambahkan penjualan kendaraan listrik yang lebih tinggi juga mendukung pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor pada tahun 2023. Selain itu, premi asuransi yang lebih tinggi untuk kendaraan listrik dan hibrida dibandingkan kendaraan bermesin pembakaran internal, akan mendukung pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor.”

Reformasi peraturan yang baik juga akan mendukung pertumbuhan asuransi kendaraan bermotor. Pada bulan Januari 2023, regulator negara tersebut menaikkan batas koefisien harga premi dari 0,65-1,35 menjadi 0,5-1,5 ketika menentukan premi kendaraan komersial.

Hal ini akan memberikan lebih banyak kebebasan kepada perusahaan asuransi untuk menentukan tarif premi berdasarkan catatan mengemudi dan mendorong persaingan di pasar. Asuransi kendaraan bermotor diperkirakan tumbuh pada CAGR sebesar 4,5% pada tahun 2023 dan 2028.

Asuransi properti adalah lini bisnis terbesar kedua, menyumbang 15,1% GWP pada tahun 2023. Industri konstruksi China diperkirakan akan mencatat pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 6,5% selama tahun 2024-2027 yang didukung oleh investasi di bidang infrastruktur.

Pemerintah berencana untuk berinvestasi lebih dari US$1,8 triliun dalam proyek infrastruktur pada tahun 2023, dan dorongan untuk mempercepat proyek-proyek ini akan mendukung pertumbuhan asuransi properti selama tahun 2024-2028.

|Baca juga: Asuransi dan Reasuransi Diminta Mitigasi Risiko Stabilitas Keuangan Akibat Dampak Iklim

Asuransi properti juga akan mendapat manfaat dari pertumbuhan sektor pertanian, karena Tiongkok adalah negara penghasil pertanian terbesar di dunia. Asuransi pertanian diperkirakan tumbuh sebesar 22,2% pada tahun 2023, didukung oleh meningkatnya frekuensi kondisi iklim ekstrem seperti gelombang panas dan hujan lebat. Asuransi properti diperkirakan tumbuh pada CAGR sebesar 12,2% selama tahun 2023-2028.

Asuransi Kecelakaan Diri dan Kesehatan (PA&H) merupakan lini bisnis terbesar ketiga, menyumbang 14% dari GWP asuransi umum pada tahun 2023. Asuransi PA&H diperkirakan akan tumbuh sebesar 3,7% pada tahun 2023, terutama didorong oleh peningkatan permintaan asuransi kesehatan setelah pandemi dan kenaikan biaya pengobatan akibat inflasi.

Asuransi Kewajiban, Financial Lines, Kelautan, Penerbangan, dan Transit (MAT), dan Lain-lain menyumbang sisa 16,5% dari GWP asuransi umum pada tahun 2023.

Swetansha menyimpulkan perkembangan peraturan dan inisiatif pemerintah yang baik akan mendukung pertumbuhan industri asuransi umum ChinaNamun, ketidakstabilan ekonomi dan geopolitik global akan tetap menjadi tantangan besar bagi perusahaan asuransi umum China selama lima tahun ke depan.”

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post UGM Gandeng Komunitas Pengusaha Muda Kembangkan Startup Lokal
Next Post Waspada Ancaman Cybercrime: Kenali Modus Penipuan dan Lindungi Dirimu!

Member Login

or