1
1

BUMN Dorong Kolaborasi UKM untuk Tingkatkan TKDN Suku Cadang di Indonesia

Direktur CV Kawani, Yadi Taufik Nugraha (kiri) menunjukkan mesin internal cylindrical grinding kepada Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting (kedua kiri); Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari (ketiga kiri); dan Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo (keempat kiri). | Foto: Kementerian BUMN

Media Asuransi, JAKARTA – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengapresiasi kolaborasi antara UKM binaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) dan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) yang berhasil meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) spare part atau suku cadang pabrik SIG melalui UKM CV Kawani Tekno Nusantara (Kawani).

Hal ini menjadi salah satu faktor sukses SIG meraih penghargaan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dari Kementerian Perindustrian dua tahun berturut-turut pada 2023 dan 2024.

|Baca: Biaya Pendidikan Terus Melonjak, Berikut Tips Menghadapinya

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto Srinaita Ginting mengungkapkan kolaborasi di mana SIG menjadi offtaker yang memberi kesempatan kepada CV Kawani untuk memproduksi spare part Pabrik SIG, dengan menggandeng YDBA yang selama ini berpengalaman dalam mendampingi UKM, merupakan bentuk kemitraan yang baik.

“Ini bisa menjadi inspirasi bagi BUMN dan perusahaan lainnya untuk mempercepat capaian peningkatan TKDN dari produk yang selama ini masih impor,” kata Loto Srinaita Ginting, dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 27 Mei 2024.

Realisasi perjanjian

Program pembinaan UKM untuk peningkatan TKDN sparepart pabrik SIG merupakan realisasi dari perjanjian kerja sama antara SIG dengan YDBA pada 2022. Dalam kerja sama ini, SIG memberikan pembinaan berupa edukasi spesifikasi produk, pendampingan pembuatan prototipe, hingga uji coba dan tes performa di pabrik SIG, kepada UKM binaan YDBA.

Hingga saat ini, sebanyak delapan UKM telah berhasil memproduksi 10 jenis suku cadang yang siap digunakan di pabrik-pabrik SIG, satu di antaranya adalah CV Kawani yang memproduksi shaft impeller filling spout atau penerus gaya putar impeller pada mesin rotary packer.

Direktur Operasi SIG Reni Wulandari mengatakan ini menjadi bukti komitmen Kementerian BUMN dalam pengembangan UKM, sekaligus dukungan bagi SIG untuk terus meningkatkan TKDN suku cadang berbasis pembinaan UKM.

“Inisiatif ini juga diharapkan akan membantu terciptanya rantai pasok yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan dengan mensubstitusi produk yang sebelumnya impor,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post DPK Bank Mega Syariah Tumbuh 4,92% Jadi Rp10 Triliun hingga April
Next Post Uang Beredar Tumbuh 6,9% pada April 2024

Member Login

or