1
1

Inilah 4 Langkah Strategis Fintech untuk Optimalkan Sistem Keamanan

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur. | Foto: VIDA

Media Asuransi, JAKARTA – Saat ini kejahatan siber kian berkembang secara kompleks. Edukasi kepada masyarakat tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini. Diperlukan penguatan infrastruktur yang akan menjadi fondasi penting bagi pelaku fintech.

Founder dan Group CEO VIDA, Niki Luhur, menyampaikan langkah-langkah strategis yang perlu diambil oleh pelaku industri fintech di Asia untuk mengantisipasi ancaman tersebut. “Kita semua menyadari bahwa scam semakin marak terjadi di seluruh dunia dengan beragam modus yang terus berkembang. Edukasi saja tidak cukup untuk menghadapi tantangan ini. Perlu diimbangi dengan penguatan infrastruktur serta ekosistem hukum yang mampu melindungi konsumen dan meningkatkan standar keamanan,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu, 3 Mei 2026.

|Baca juga: VIDA Ingatkan Masyarakat agar Lebih Waspada di Aktivitas Digital Sehari-hari

VIDA meyakini bahwa penerapan multi-layered defense sangat diperlukan untuk menghadapi modus penipuan digital yang semakin canggih. “Seperti pada abad pertengahan, ketika membangun sebuah kastel, sistem pertahanan dirancang berlapis untuk melindungi dari serangan musuh. Pendekatan serupa juga perlu diterapkan dalam membangun keamanan di industri fintech,” tambah Niki.

VIDA membagikan empat lapisan dan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh pelaku fintech untuk mengoptimalkan sistem keamanan mereka.

Pertama, verifikasi individu. Pemanfaatan teknologi biometrik yang didukung dengan lapisan pengamanan tambahan menjadi krusial untuk memastikan bahwa pengguna merupakan individu nyata, bukan sekadar gambar atau potongan foto yang diambil dari internet.

|Baca juga: AFPI Ungkap Biang Kerok TWP90 Fintech Lending Meningkat Jadi 4,38% per Januari 2026

Kedua, verifikasi perangkat. Aspek ini kerap terlewatkan, padahal jika diantisipasi dapat membantu memperkuat sistem keamanan. Banyak serangan berawal dari celah pada perangkat, seperti injection attack yang memungkinkan memanipulasi kamera.

Dalam skenario ini, pelaku scam dapat memasukkan data biometrik palsu, seperti foto, rekaman video, atau deepfake berbasis AI ke dalam sistem. “Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa sumber kamera dan biometrik wajah yang digunakan, benar-benar autentik dan tidak dimanipulasi,” jelas Niki.

Ketiga, verifikasi identitas. Penting untuk memastikan bahwa identitas yang digunakan telah terdaftar dalam database pemerintahan setempat, termasuk kesesuaian dengan dokumen identitas fisik yang dimiliki.

Keempat, pemanfaatan teknologi berbasis AI. Integrasi AI dalam setiap lapisan keamanan memungkinkan pelaku fintech untuk mendeteksi anomali secara lebih akurat dan adaptif, sekaligus meningkatkan skalabilitas dalam menghadapi pola serangan yang terus berkembang. “Then you have AI working with you, so AI is on your side,” ujar Niki.

|Baca juga: Proyek Fiktif Rusak Kepercayaan Publik, OJK Siap Seret Fintech Nakal ke Ranah Hukum

Sebagai pelengkap, VIDA secara resmi meluncurkan “Beyond Liveness”, sebuah fitur untuk mendeteksi ancaman penipuan digital yang semakin kompleks yang tidak lagi dapat diatasi oleh satu lapisan keamanan saja.

Beyond Liveness tidak bergantung pada satu titik verifikasi, melainkan mengombinasikan lima lapisan pengamanan yang bekerja simultan, termasuk analisis perilaku perangkat, pola jaringan, serta behavioral analytics secara real-time.

Seluruh kapabilitas ini terintegrasi dalam satu Software Development Kit (SDK) dengan waktu respons di bawah 100 milidetik, sehingga tetap menghadirkan pengalaman yang seamless bagi pengguna, sekaligus mampu mendeteksi potensi scam yang kerap luput dari teknologi liveness konvensional.

Niki mengungkapkan bahwa VIDA berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menghadirkan solusi digital identity berstandar global yang tersertifikasi pemerintah, guna mengamankan perjalanan digital jutaan pengguna serta ratusan pelaku usaha di Indonesia maupun global.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Inilah Peraih CEO Award 2026 Media Asuransi

Member Login

or