Media Asuransi, JAKARTA – Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Maret 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 yang berada pada level optimis (indeks >100) sebesar 122,9.
Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, tetap kuatnya keyakinan konsumen pada Maret 2026 dipengaruhi oleh keyakinan pada kondisi ekonomi saat ini dan enam bulan ke depan.
“Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) tetap berada pada level optimis, masing-masing pada 115,4 dan 130,4,” kata Ramdan.
|Baca juga: Survei Konsumen BI Februari 2026: Keyakinan Konsumen Tetap Kuat
IKK Maret 2026 yang berada pada level optimis sebesar 122,9, lebih rendah dari IKK bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 125,2.
Di sisi lain, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap kuat, tecermin dari IKE Maret 2026 sebesar 115,4 yang berada pada level optimis (indeks >100), meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 115,9. Tetap kuatnya IKE ditopang oleh kenaikan Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) yang tercatat sebesar 129,2, lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 125,0.
|Baca juga: Perlindungan Konsumen Diperkuat, OJK Gencarkan Literasi hingga Berantas Keuangan Ilegal
Sementara itu, Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) tercatat di level optimis masing-masing sebesar 107,8 dan 109,2, meskipun lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 110,7 dan 112,0.
Sedangkan ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi enam bulan ke depan diprakirakan tetap kuat. Hal ini tecermin dari IEK Maret 2026 sebesar 130,4, meskipun lebih rendah dibandingkan dengan indeks pada bulan sebelumnya sebesar 134,4.
Tetap kuatnya IEK bersumber dari optimisme ekspektasi penghasilan, ekspektasi ketersediaan lapangan kerja, dan ekspektasi kegiatan usaha yang masing-masing tercatat sebesar 137,7, 128,0, dan 125,5.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
