1
1

Utang Luar Negeri Agustus 2026 Tumbuh 5,6%, BI Klaim Kondisinya Masih Terjaga

Ilustrasi. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Agustus /2026 tetap terjaga. Posisi ULN Indonesia pada Agustus 2026 tercatat sebesar US$459,3 miliar, atau secara tahunan tumbuh 5,6 persen (year on year/yoy).

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh peningkatan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah penurunan ULN swasta,” kata Direktur Eksekutif, Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.

Dia jelaskan bahwa posisi ULN pemerintah pada Agustus 2026 tercatat US$220,9 miliar atau tumbuh sebesar 3,3 persen yoy. Perkembangan ULN pemerintah tersebut terutama dipengaruhi oleh aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN) yang mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia.

|Baca juga: Utang Luar Negeri Tumbuh 4,4%, BI Klaim Kondisinya Masih Terjaga

Pemerintah tetap berkomitmen untuk menjaga kredibilitas dengan memenuhi kewajiban pembayaran pokok dan bunga utang secara tepat waktu, serta mengelola ULN secara prudent, terukur, dan fleksibel untuk mewujudkan pembiayaan yang efisien dan optimal. Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif dengan tetap memperhatikan aspek sustainabilitas pengelolaan ULN.

ULN pemerintah dimanfaatkan untuk pembiayaan berbagai sektor ekonomi, antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,0 persen dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (20,7 persen), Jasa Pendidikan (16,2 persen), Konstruksi (11,4 persen), serta Transportasi dan Pergudangan (8,5 persen).

Sementara itu, peningkatan ULN bank sentral terutama didorong oleh kenaikan kepemilikan non-residen pada instrumen moneter Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sejalan dengan strategi operasi moneter pro-market dalam mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah.

|Baca juga: Surplus Neraca Perdagangan Agustus 2026 Meningkat

Posisi ULN swasta pada Agustus 2026 tercatat sebesar US$195,6 miliar, atau terkontraksi sebesar 0,8 persen yoy. Perkembangan tersebut didorong oleh penurunan ULN kelompok peminjam bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) dan lembaga keuangan (financial corporations) yang masing-masing mengalami kontraksi sebesar 0,8 persen yoy dan 0,6 persen yoy.

Berdasarkan sektor ekonomi, posisi ULN swasta terutama berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian dengan pangsa mencapai 80,5 persen dari total ULN swasta.

Menurut BI, struktur ULN Indonesia tetap sehat didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. Hal ini tecermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat sebesar 30,9 persen pada Agustus 2026 dan didominasi oleh ULN jangka panjang. Sejalan dengan itu, posisi ULN pemerintah juga tetap sehat tecermin pada hampir seluruh ULN pemerintah merupakan utang jangka panjang. ULN swasta juga didominasi oleh utang jangka panjang.

“Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan dan pengelolaan ULN sehingga optimal dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” jelas Ramdan.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AAUI Bakal Bahas Lebih Lanjut soal Asuransi Wajib Wisatawan Asing di Forum ASEAN Insurance Council

Member Login

or