1
1

Insurance Market Leaders Award 2026, Penghargaan kepada 112 Perusahaan Pemimpin Pasar

Komisaris Utama Media Asuransi, Handoko Afandy memberikan kata sambutan di acara Insurance Market Leaders Award 2026 Media Asuransi di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026

Media Asuransi kembali mengadakan Insurance Market Leaders Award 2026, dengan memberikan apresiasi kepada 112 perusahaan di industri perasuransian pada 21 Juli 2026. Ajang penghargaan yang sudah berjalan kesebelas kalinya ini diberikan kepada perusahaan asuransi, reasuransi, pialang asuransi dan reasuransi serta penilai kerugian (adjuster) atas kinerja terbaik mereka di 2025. Acara ini bertujuan untuk mendorong inovasi dan kinerja yang lebih baik di industri perasuransian Indonesia.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama PT Media Asuransi Indonesia, Handoko Afandy mengatakan bahwa pencapaian ini bukan sekadar cerminan kinerja bisnis yang unggul, melainkan bukti nyata kepercayaan publik yang terus menguat terhadap industri perasuransian nasional. Di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat, para pemimpin pasar ini telah menunjukkan ketangguhan, inovasi, serta komitmen tinggi dalam menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dan tepercaya.

“Penghargaan ini kami selenggarakan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pendorong bagi seluruh ekosistem untuk terus berlomba meningkatkan kualitas layanan, mendorong inklusi, dan memperkuat literasi perasuransian di Indonesia. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi untuk terus bertumbuh secara sehat, adaptif, dan memberikan manfaat sebesarbesarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Selamat kepada para pemimpin pasar industri perasuransian Indonesia tahun 2025,” papar Handoko.

Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) tahun ini melakukan kajian terhadap laporan keuangan 2025 (unaudited) perusahaan asuransi jiwa, asuransi umum, reasuransi
(konvensional dan syariah), asuransi jiwa syariah (full fledged dan unit), serta asuransi umum syariah (full fledged dan unit syariah).

Selain itu, LRMA melakukan kajian atas Data Statistik Perasuransian 2024 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk industri pialang asuransi, pialang reasuransi, dan penilai kerugian asuransi.

LRMA dalam melakukan kajian menggunakan empat indikator keuangan laporan keuangan publikasi perusahaan asuransi jiwa, umum, reasuransi dan syariah jiwa maupun umum per 31 Desember 2025 .

Indikator itu, antara lain pendapatan premi untuk asuransi jiwa, premi bruto untuk asuransi umum dan reasuransi. Lalu indikator brokerage fee untuk pialang asuransi dan reasuransi, serta indikator adjuster fee untuk penilai kerugian asuransi.

Pada tahun 2026 ini, LRMA membagi seluruh industri perasuransian tersebut ke dalam 11 kelompok. Untuk kedua kalinya dilakukan pemisahan kelompok nasional dan joint venture di industri asuransi jiwa, asuransi umum, dan pialang asuransi. Pemisahan ini sesuai yang dilakukan OJK dalam data statistik dipublikasikan. Secara keseluruhan ada 112 perusahaan pemenang Insurance Market Leaders Award 2026 Media Asuransi.

 

Penggerak Industri
Perusahaan yang mendapat penghargaan berhasil membuktikan ketangguhannya menjadi pemimpin pasar di tengah kondisi perekonomian penuh ketidakpastian di tahun lalu, demikian isi sambutan Plt Direktur PT Media Asuransi Indonesia, S. Edi Santosa.

Dia menjelaskan, tiga tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu di atas lima persen. Pada tahun 2025 perekonomian Indonesia tumbuh 5,11 persen. Lebih
tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,03 persen, maupun tahun 2023 tercatat sebesar 5,05 persen.

Dalam kondisi perekonomian seperti ini, industri perasuransian tetap mendapat tekanan berat. Namun para peraih award di acara ini membuktikan kinerjanya sehingga menjadi market leader di kategorinya. Karena itu perusahaan yang menerima penghargaan, merupakan para penentu pergerakan di industri perasuransian.

“Rata-rata total market leader menguasai pangsa pasar minimal di atas 65 persen, ada yang di atas 80 persen. Jadi ketika kami mengatakan bahwa Bapak dan Ibu sebagai penggerak industri asuransi yang sesungguhnya, ya memang iya. Karena bersama kelompok market leaders ini Bapak dan Ibu menguasai market share yang luar biasa,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan dominasi luar biasa, market leaders di industri perasuransian dapat terus mendampingi masyarakat dengan memberikan literasi terbaik dan
perlindungan terbaik.

Atas nama Media Asuransi menyampaikan rasa hormat dan ucapan selamat kepada para peraih Insurance Market Leaders Award 2026 Media Asuransi. “Kami berharap penghargaan yang diterima akan dapat menjadi penambah semangat untuk mengejar pertumbuhan lebih baik di masa mendatang, sehingga dapat melayani masyarakat Indonesia lebih baik lagi,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan presentasi Vice President Insurance Halodoc, Saswat Satadal. Dalam kesempatan itu dia menyampaikan Halodoc terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien, perusahaan asuransi maupun rumah sakit.

“Hari ini, Halodoc mengurus sekitar 1,5 juta anggota. Kami bekerja sama di seluruh Indonesia dengan hampir 5.000 rumah sakit. Kami mendukung lebih dari 30 perusahaan asuransi dan beberapa perusahaan untuk mengurus kebutuhan kesehatan mereka,” katanya.

Di lokasi, di klinik, rumah sakit, atau secara jarak jauh, Halodoc for Business memberdayakan organisasi dengan solusi layanan kesehatan yang lebih cerdas. Halodoc for
Business dipercaya oleh mitra di seluruh negeri memperluas jangkauan Halodoc yang telah melayani jutaan orang di seluruh Indonesia sebagai aplikasi kesehatan nomor satu yang paling banyak digunakan di Indonesia.

Lebih jauh Saswat menyatakan integrasi Halodoc for Business diperkuat oleh HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) yang mendukung operasional Halodoc sebagai Third Party Administration (TPA) melalui pemanfaatan AI. “HILDA membantu mempercepat verifikasi administrasi, memonitor tagihan selama pasien dirawat,
hingga membantu validasi klaim secara lebih akurat. Dengan sistem yang saling terhubung, perusahaan, rumah sakit, dan penyedia asuransi dapat mengelola layanan kesehatan secara lebih efisien sekaligus meningkatkan pengalaman pasien,” ujar Saswat.

Dia menerangkan bahwa Halodoc adalah perintis dan adaptor awal, seperti awal 2025, pihaknya sudah memulai mengimplementasikan kecerdasan artifisial di dalam sistemnya. “Visi Halodoc adalah selalu memudahkan akses kesehatan. Ketika kami memutuskan untuk membangun TPA kami sendiri, tujuan kami adalah menjadi TPA dengan teknologi lebih maju di Indonesia,” imbuhnya.

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Memburu Broker Ilegal, Menjaga Wajah Industri Perasuransian
Next Post Health TPA Firms Play Vital Role in Insurance Ecosystem

Member Login

or