1
1

Rupiah Melemah hingga IHSG Ambruk, Airlangga: Ya Ini Namanya Market!

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. | Foto: Kemenko Perekonomian

Media Asuransi, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus memonitor perkembangan pasar keuangan di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan tekanan terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Airlangga mengatakan pergerakan rupiah yang melemah merupakan bagian dari dinamika pasar keuangan yang dapat bergerak menguat maupun melemah.

“Ya ini kan namanya market. Market selalu menguat dan melemah. Pemerintah terus memonitor dan tentu BI juga melihat,” kata Airlangga saat ditemui dalam acara HSBC Indonesia Summit 2026 di The St. Regis Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Namun, Airlangga tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai faktor yang mendorong pelemahan rupiah tersebut.

|Baca juga: Influenza A Meningkat, Allianz Bagikan Gejala yang Perlu Diwaspadai

|Baca juga: HSBC Ramal Rupiah Bergerak di Kisaran Rp18.000/US$ hingga Akhir 2026

Pada perdagangan hari yang sama, IHSG juga mengalami tekanan dan turun sekitar dua persen. Menanggapi kondisi tersebut, Airlangga mengatakan, pergerakan pasar modal sebaiknya tidak dilihat hanya berdasarkan perubahan dalam satu hari perdagangan.

“Ya itu juga biasa. Kalau kita lihat kan kita ambil mid-term-nya, tidak short day,” ujarnya.

Airlangga mengatakan pasar modal telah memiliki sejumlah regulasi dan mekanisme untuk merespons dinamika perdagangan. Salah satunya adalah mekanisme short selling yang dapat digunakan dalam kondisi pasar mengalami penurunan.

“Ada beberapa regulasi yang juga disiapkan oleh capital market, termasuk di dalamnya kalau turun kan ada mekanisme short selling,” pungkas Airlangga.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Influenza A Meningkat, Allianz Bagikan Gejala yang Perlu Diwaspadai
Next Post HSBC Ramal Defisit Anggaran RI Capai 2,9% di 2027

Member Login

or