1
1

Trimegah Sekuritas Prediksi IHSG Tembus 7.800 di Akhir 2024

Seorang pekerja sedang melintas di layar screen Bursa Efek Jakarta. | Foto: Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk melihat potensi pasar modal Indonesia masih sangat menjanjikan dengan potensi kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencapai 7.800 di akhir 2024.

Chief Economist & Head Of Fixed Income Research PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. menyampaikan bahwa tahun 2024 tetap memberikan peluang investasi yang menarik di tengah berbagai situasi yang menantang, baik di dalam negeri maupun geopolitik dan ekonomi global. “Sebagai negara berkembang, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara maju,” katanya dalam acara “Trimegah Political and Economic Outlook 2024” bertempat di Grand Ballroom, the Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta Selatan.

Namun demikian, dia menilai bahwa kebijakan tingkat suku bunga, likuiditas ketat perbankan serta perlambatan ekonomi di Tiongkok yang merupakan mitra utama perdagangan negara di Asia Tenggara, akan menjadi beberapa faktor yang akan mempengaruhi ekonomi Indonesia di tahun 2024.

|Baca juga: IHSG Diprediksi Melemah, Ajaib Rekomendasikan Saham SMGR, BBRI, SILO

“Karena itu sangat penting untuk memahami bagaimana kepemimpinan ke depan akan berjalan, terutama kebijakan-kebijakan yang menjadi prioritas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kepercayaan dan kepastian terhadap setiap kebijakan pemerintah akan sangat mempengaruhi keyakinan investor dan pelaku usaha dalam mengambil keputusan,” kata Fakhrul.

Fakhrul juga menyatakan bahwa pasar modal Indonesia memiliki peran yang semakin strategis sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini sejalan dengan jumlah investor pasar modal yang mencapai 12,16 juta investor, yang meliputi investor saham, obligasi dan reksa dana.

Menurutnya, ekosistem besar pasar modal Indonesia adalah aset penting yang harus dioptimalkan untuk mendorong perekonomian nasional, terutama menjadi sumber-sumber pembiayaan investasi yang lebih efisien dan berdimensi jangka panjang. Itu sebabnya, kebijakan-kebijakan yang pro pasar modal perlu mendapat perhatian, seperti kebijakan pemerintah mendorong lebih banyak BUMN yang IPO di pasar saham.

Demikian juga, meningkatkan peran aktif lembaga-lembaga keuangan milik pemerintah seperti BPJS, dana pensiun dan asuransi untuk melakukan investasi di pasar modal menjadi krusial, karena di tengah tingkat suku bunga global memasuki masa higher for longer, dukungan dari pemodal domestik akan menjadi semakin penting.

Isu lain yang selalu menjadi perhatian investor pasar modal adalah terkait dengan pajak final. Hal seperti ini perlu mendapat kepastian agar tidak muncul spekulasi begitu pemerintahan baru terbentuk.

“Keterlibatan pemerintah dan BUMN dalam menggerakan pasar modal masih sangat dibutuhkan. Peningkatan investasi di pasar modal akan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan,” tegas Fakhrul.

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Di Awal Tahun 2024, Sektor Manufaktur Indonesia Langsung Gaspol
Next Post Harga Minyak Dunia dan Emas Global Kompak Tertekan

Member Login

or