1
1

Biaya Pengobatan di Malaysia Tidak Bisa Dibandingkan dengan Indonesia

Beberapa perusahaan asuransi telah bekerjasama dengan rumah sakit. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Sejumlah pihak menyoroti perbedaan biaya layanan kesehatan di Indonesia dan Malaysia yang membuat masyarakat Indonesia pergi berobat ke sana karena biaya pengobatan di Malaysia lebih murah. Hal ini membuat banyak pihak bertanya alasan perbedaan biaya tersebut mengingat jenis pelayanannya sama.

|Baca juga: UMKM Sasaran Utama Hari Asuransi Tahun Ini

Direktur Hukum, Kepatuhan, dan Risiko PT AIA Financial, Rista Qatrini Manurung, menjelaskan,  perbandingan biaya pengobatan kedua negara tidak bisa dilakukan secara langsung karena terdapat perbedaan kondisi masyarakat, kebiasaan dalam mengakses layanan kesehatan, hingga situasi ekonomi.

Menanggapi pertanyaan mengenai biaya layanan kesehatan di Malaysia yang dinilai lebih murah, Rista mengatakan bahwa kondisi kedua negara tidak sepenuhnya sebanding.

“Ya memang bukan apple to apple comparison, karena di sana itu tidak sama kondisinya dengan Indonesia,” ujar Rista pada acara Konferensi Pers dan Literasi Asuransi untuk Negeri dalam rangka Hari Asuransi ke-20 tahun 2026, di Auditorium Gedung Grha AAJI, Selasa, 20 Oktober 2026.

|Baca juga: DAI Optimistis Mayoritas Perusahaan Asuransi Penuhi Ekuitas Minimum di 2026

Ia menjelaskan, perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh perilaku masyarakat dalam mencari pengobatan setelah pandemi COVID-19. Selain itu, kondisi ekonomi dan dampak inflasi global di masing-masing negara juga perlu diperhitungkan.

“Yang pertama, apakah di sana berdasarkan studi kami itu mereka setelah COVID-19 makin menjadi lebih sehat atau sakit dikit langsung kemudian ke pengobatan langsung, itu mungkin beda budaya atau beda fakta gitu ya. Dan juga kondisi keuangan juga beda-beda, mengenai mereka ekonominya dengan ekonomi di Indonesia. Dan juga dampak kepada inflasi global kepada negara tersebut mungkin berbeda,” jelasnya.

Meski demikian, Rista mengakui bahwa Indonesia perlu melakukan pembenahan agar masyarakat tetap merasa nyaman menggunakan layanan kesehatan di dalam negeri. Menurutnya, keputusan berobat ke luar negeri tidak semestinya didorong oleh pertimbangan biaya yang lebih rendah saja.

|Baca juga: Edukasi Asuransi Ibarat Orang Tua Ajari Anak Banyak Hal

“Tapi memang saya aminkan, saat ini Indonesia harus berbenah diri untuk bisa jangan sampai warga negara kita itu malah lebih nyaman berobat ke luar negeri karena lebih murah. Bukannya karena lebih bagus saja, tapi juga karena lebih murah gitu ya,” tegasnya.

Ia menilai, upaya mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan domestik membutuhkan pembenahan dari berbagai pihak. Hal ini penting agar industri kesehatan Indonesia mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga daya saingnya.

“Jadi kalau kita memang ingin mempertahankan industri kesehatan ini, kita semua harus berbenah diri,” tutup Rista

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post UMKM Sasaran Utama Hari Asuransi Tahun Ini
Next Post Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan di Level 5,75% pada Oktober 2026

Member Login

or