1
1

Edukasi Asuransi Ibarat Orang Tua Ajari Anak Banyak Hal

Ignasius Jonan jadi Presiden Komisaris baru di SOHO Global Health. | Foto: Kementerian ESDM
Media Asuransi, JAKARTA – Memperkenalkan asuransi ke masyarakat Indonesia memiliki tantangan karena banyak masyarakat Indonesia yang belum sama sekali tahu manfaat asuransi, seperti ibarat bayi yang baru belajar banyak hal dari  ibunya.
Ketua Pengawas Dewan Asuransi Indonesia (DAI), Ignasius Jonan mengibaratkan edukasi asuransi seperti seorang ibu yang mendidik anak sejak kecil. Pendidikan harus diberikan secara bertahap sesuai kemampuan memahami sesuatu.
“Itu sama dengan seorang ibu bagaimana mengajari anaknya mulai dari dia kecil, mulai dari dia bayi sampai dewasa. Jadi anak yang umur tiga tahun atau anak umur satu tahun sebaiknya tidak diawali makan nasi goreng. Karena dia tahu pasti ini makanan tapi yang menjadi tantangan adalah dia belum tentu tahu bahwa ini baik atau tidak,” jelasnya saat memberi kata sambutan Konferensi Pers dan Literasi Asuransi untuk Negeri dalam rangka Hari Asuransi ke-20 Tahun 2026, di Auditorium Gedung Grha AAJI, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia mencontohkan penjualan produk unit link yang membutuhkan pemahaman risiko dari calon nasabah. Menurutnya, tingkat literasi keuangan masyarakat berbeda-beda sehingga perusahaan perlu menyesuaikan pendekatan penjualan.
“Teman-teman dari menjual, kalau Anda bikin produk unit link dijual ke saya, yang saya paham, paham risikonya juga, terus saya nanya. Pertanyaan saya begini, ‘Berapa orang memiliki literasi keuangan seperti saya?’ Coba saya tanya, jadi 20 tahun yang lalu, ini cerita 20 tahun yang lalu. Jadi literasinya ini beda-beda,” ungkapnya.
Karena itu, Jonan mendorong perusahaan menghadirkan produk yang sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Saran saya, cobalah menjual produk yang juga mendidik masyarakat. Ini yang menurut saya penting sekali. Juga misalnya di asuransi umum dan sebagainya. Ini mestinya coba kita berusaha juga mendidik masyarakat, membuat literasi asuransi itu menjadi seperti kita mendidik anak-anak kita dari kecil. Jadi tidak mengajari sesuatu yang menurut saya belum siap,” tuturnya.
Jonan menekankan pentingnya literasi asuransi, pemerataan, dan keadilan sosial dalam membangun industri perasuransian yang sehat dan berkelanjutan.
“Dunia ini perlu di-reset kembali karena banyak ketimpangan, banyak ketidaksesuaian dan sebagainya. Namanya pertumbuhan itu penting, tapi pemerataan juga tidak kalah penting. Saya berpikir juga akan fokus mengenai keadilan sosial, mengenai pemerataan dan sebagainya,” ujar Jonan.
Menurutnya, pelaku industri asuransi tidak cukup hanya menjual produk, tetapi juga harus mendidik masyarakat agar memahami manfaat dan risiko perlindungan yang ditawarkan.
“Saya selalu bilang, cobalah kita itu di dalam berkegiatan bisnis juga dalam proses mengajak bangsa ini supaya paham dan supaya mengerti atau memiliki literasi yang baik terhadap asuransi,” katanya.
Jonan menilai industri asuransi Indonesia masih memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama dalam memperluas kepemilikan polis. Namun, pertumbuhan tersebut bergantung pada keseriusan industri meningkatkan pemahaman masyarakat.
“Jadi ini industri yang menurut saya masih muda sekali bagi Indonesia. Saya ingin tanya berapa orang Indonesia dari 285 juta itu yang memiliki polis, di luar ngomong istimewa tersebut ya, kecil-kecil. Mungkin dalam 25 tahun bisa 60%. Itu untuk dalam 25 tahun bisa 60% atau 80%. Itu tergantung kita, we need to educate,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar industri belajar dari pengalaman sektor perbankan yang pernah mengalami pertumbuhan pesat sebelum menghadapi krisis.
“Coba nanti dibuka catatannya. Itu yang namanya komersial bank booming, semua bikin bank, akhirnya crash. Jadi jangan sampai industri ini akan crash. Kalau crash itu dampaknya one generation,” tegasnya.
Untuk menjaga keberlanjutan industri, Jonan meminta perusahaan mengedepankan produk yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan semata-mata mengejar penjualan.
 Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BEI Siapkan Inisiatif Baru untuk Perkuat Integritas Pasar Modal RI
Next Post Memperkenalkan Asuransi Masih Menjadi Tantangan Industri

Member Login

or