Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah di akhir perdagangan Rabu, 30 September 2026. IHSG merosot 50 poin (-0,83 persen) ke posisi 6.071 setelah sebelumnya menguat di sesi I. Kekhawatiran imbal hasil tinggi pada obligasi global menekan pergerakan saham global.
Perdagangan saham Rabu melibatkan 29,5 miliar saham. Dengan volume perdagangan tersebut, nilai transaksi yang dibukukan Rp12,7 triliun. Sebanyak 308 saham naik, 360 saham turun dan 125 saham stagnan.
Melemahnya IHSG seiring pelemahan mayoritas indeks saham negara-negara emerging market Asia. Laman Reuters melaporkan, bursa saham dan mata uang regional menuju penurunan bulanan karena tingginya imbal hasil obligasi AS, dolar yang menguat, serta ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang berkepanjangan membebani sentimen.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang menjadi acuan bertahan di sekitar level tertinggi sejak 2007, yakni 5,23 persen, sementara harga minyak menuju kenaikan bulanan di tengah perang Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.
Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada akhir September 2026, seiring pelemahan indeks dolar setelah sejumlah pejabat Federal Reserve memberikan isyarat bahwa bank sentral Amerika Serikat tersebut tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga acuan.
Mengutip data Bloomberg usai penutupan Rabu, kurs rupiah akhirnya berhenti pada level Rp17.894 per dolar AS, menguat 87 poin atau 0,48% dibandingkan akhir perdagangan Selasa sore di level Rp17.981 per dolar AS.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Related Posts
Asuransi
Pengumuman Penerbitan Izin Usaha PT AIA Syariah Insurance oleh Otoritas Jasa Keuangan
Rabu, 30 September 2026
Market
