IHSG Ditransaksikan Turun, Kapitalisasi Pasar Malah Naik 0,53%

Media Asuransi – Meski mengalami koreksi tipis sebesar 0,03% pada perdagangan pekan kemarin, nilai kapitalisasi pasar modal Indonesia periode 15-19 Maret 2021 tercatat mengalami peningkatan 0,53% menjadi Rp7.477,63 triliun.

Berdasarkan data publikasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Media Asuransi, Senin, 22 Maret 2021, sepanjang periode perdagangan selama 15-19 Maret 2021 pasar modal Indonesia telah memperoleh kapitalisasi pasar sebesar Rp7.477,63 triliun atau mengalami peningkatan sebesar 0,53 selama sepekan dibandingkan pekan sebelumnya yang berada pada posisi Rp7.438,52 triliun. 

Baca juga: MNC Sekuritas: 4 Saham Menu Trading 22 Maret 2021

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu atau Jumat, 19 Maret 2021 ditutup positif di level 6.356,16. Tetapi apabila melihat secara keseluruhan selama sepekan ini IHSG mengalami perubahan sebesar 0,03 persen dari level 6.358,209 pada penutupan perdagangan pekan lalu. 

Rata-rata nilai transaksi harian bursa mengalami perubahan sebesar 4,14 persen menjadi Rp11,46 triliun dari Rp11,95 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata frekuensi harian turut mengalami perubahan sebesar 5,97 persen menjadi 1.137.111 kali transaksi dibandingkan pada penutupan pekan sebelumnya yang mencatatkan 1.209.323 kali transaksi. 

Perubahan sebesar 6,29 terjadi pada data rata-rata volume transaksi harian menjadi 16,79 miliar saham dari 17,92 miliar saham sepekan yang lalu. Investor asing pada pekan lalu mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp512,28 miliar, sedangkan sepanjang tahun 2021 investor asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp13,73 triliun.

Baca juga: Reliance Sekuritas: IHSG Berpotensi Menguat

Pada pekan lalu, tepatnya Kamis, 18 Maret 2021, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) menerbitkan Obligasi Berkelanjutan III PNM Tahap V Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan nilai nominal sebesar Rp666,2 miliar. Hasil pemeringkatan dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) untuk Obligasi ini adalah idA+ (Single Plus). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Mega Tbk. 

Masih pada hari yang sama, PT Sampoerna Agro Tbk menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Sampoerna Agro Tahap II Tahun 2021 yang resmi dicatatkan di BEI. Obligasi ini dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp174,62 miliar, sedangkan jumlah dana Sukuk yang dicatatkan senilai Rp394,89 miliar. Pefindo memberikan peringkat untuk Obligasi ini adalah idA- (Single A Minus) dan untuk Sukuk ini adalah idA-sy (Single Minus Syariah). PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang telah tercatat sepanjang tahun 2021 adalah 17 Emisi dari 14 Emiten senilai Rp15,83 triliun. Total emisi Obligasi dan Sukuk tercatat di BEI saat ini berjumlah 478  emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp429,07 triliun dan US$47,5 juta yang diterbitkan oleh 130 Emiten. 

Baca juga: BEI Sentil Indo Premier Sekuritas Atas Kegiatan Short Selling

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 141 seri dengan nilai nominal Rp4.098,89 triliun dan US$400,00 juta. Selain itu, tercatat Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 11 emisi senilai Rp7,25 triliun. Aca