Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada sesi I, Kamis, 2 Juli 2026. IHSG menguat 1,70 persen atau 97 poin ke level 5.792.
|Baca juga: IHSG Lagi Gonjang-ganjing, tapi Unitlink Tetap Tumbuh? Begini Kata OJK!
Sebanyak 458 saham menguat, 183 saham melemah dan 318 saham stagnan. Frekuensi transaksi mencapai 913,3 ribu kali dengan nilai Rp6,47 triliun serta kapitalisasi pasar mencapai Rp10,15 triliun.
Penguatan indeks didukung faktor dalam negeri dan luar negeri. Turunnya harga minyak dunia akan mengurangi tekanan fiskal atau APBN RI sehingga akan meringankan pengeluaran subsidi BBM dan selanjutnya memberikan ruangan penurunan harga BBM non subsidi.
|Baca juga: IHSG Diramal Kembali Terkoreksi, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Ini untuk Trading
Pernyataan terbaru dari Federal Reserve menyatakan kenaikan bunga belum perlu. Ketua Fed Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama sebulan terakhir, menandakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga.
Data terbaru tenaga kerja AS mendukung pernyataan Kevin karena memperlihatkan data pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta Amerika hanya bertambah 98.000 sepanjang Juni. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 118.000 pekerjaan.
Editor: Irdiya Setiawan
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

