1
1

IHSG Selasa Masih Belum Beranjak dari Zona Merah

Kegiatan pasar modal syariah dengan pemandangan pergerakan haga saham di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, Maret lalu (Foto: Setiawan)

Media Asuransi, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih sulit beranjak dari zona merah pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026. IHSG ditutup melemah sebesar 10 poin atau 0,17 persen ke level 5.925.

|Baca juga: Asuransi Dinilai Bisa Kurangi Beban APBN saat Bencana

Sebanyak 351 saham menguat, 308 saham melemah, dan 304 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 33,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,58 triliun. Adapun frekuensi perdagangan mencapai 1,45 juta kali.

IHSG masih tertekan oleh sentimen global seputar perang Timur Tengah yang menaikkan harga minyak dan juga penguatan dolar AS.

|Baca juga: IHSG Sesi I Masih Berkutat di Zona Merah

Tekanan terhadap indeks semakin diperberat oleh aksi net foreign sell pada saham-saham berkapitalisasi besar oleh investor asing, sehingga membuatj IHSG anjlok pada perdangangan sebelumnya.

Selain itu, sentimen makro ekonomi global juga turut membayangi pergerakan rupiah dan aliran modal asing di pasar keuangan dalam negeri. Imbal hasil US Treasury yang tinggi seiring penguatan dolar AS memberi tekanan pada nilai tukar rupiah. Hal ini membuat investor asing melakukan aksi lindung nilai (hedging) dengan beralih ke aset dolar AS atau mengalihkan modal ke pasar keuangan global yang dinilai lebih aman (safe haven).

Sementara pasar saham Asia ditutup dengan mayoritas melemah setelah kabar produsen chip asal Tiongkok ChangXin Memory Technologies. Laporan tersebut mengabarkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok sudah mencapai kemajuan berarti yang dapat memangkas kesenjangan teknologi dengan produsen asal AS dan negara-negara sekutu AS di Asia.

Editor: Irdiya Setiawan 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Gejolak Jalur Perdagangan Dunia Buka Peluang Baru bagi Asuransi Indonesia
Next Post IBC: Pertumbuhan Ekonomi Memerlukan Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat Sipil 

Member Login

or